Dokterdia’s Blog

Just another WordPress.com weblog

PENGOBATAN GRATIS ; JUALAN PILKADA

Pesta Demokrasi Rakyat Indonesia yaitu Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden telah dilaksanakan. Namun di beberapa daerah Pemilihan Kepala Daerah baik pemilihan kepala daerah tingkat I maupun tingkat II masih belum dilaksanakan. Banyak hal yang menarik untuk dibicarakan dari beberapa pemilihan yang sudah berlangsung; antara lain, berhasilnya pasangan yang relatif “hijau” / muda menjadi pemenang.

Juga para artis yang sukses menjadi kepala daerah. Potensi konflik juga penulis anggap sudah mulai berkurang, selain masalah di Maluku Utara di beberapa daerah lain penulis anggap relatif aman. Riak-riak kecil pasti akan selalu ada. Namun dengan kebesaran hati para calon yang kalah maka riak atau benih konflik tersebut tidak menjadi sebuah gelombang, apalagi tsunami.

Namun bukan hal itu yang ingin penulis cermati, ada satu fenomena menarik dari jualan para peserta PILKADA, yaitu hampir semuanya menjanjikan pelayanan kesehatan gratis dan Pendidikan gratis. Hal yang sebenarnya bukan jualan baru. Pemerintah pusat sudah lama menjanjikan pengobatan gratis bagi rakyat miskin. Pendidikan pun dengan adanya dana BOS juga sudah di janjikan gratis. Namun seperti yang kita ketahui jualan pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat tersebut bagaikan “iklan” dengan fakta. Yang menjadi pertanyaan apa bedanya pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis yang dijanjikan pemerintah pusat dengan yang dijanjikan oleh para Kepala Daerah. Apakah bagaikan perang tarif operator telekomunikasi yang semuanya sebenarnya menjanjikan hal yang sama tapi di kemas dengan jualan yang berbeda.

Seperti kita ketahui di daerah kita saja, penolakan pasien miskin masih saja terjadi baik dengan dalih ruangan penuh, syarat tidak cukup, sampai dana dari pemerintah pusat tidak mencukupi. Terakhir yang penulis ketahui sebagai orang yang berkecimpung di bidang kesehatan pengobatan bagi orang miskin tidak lagi gratis 100%. Khusus nya bagi penyakit-penyakit tertentu yang mengharuskan di rawat inap di rumah sakit. Pendidikan pun begitu, SPP memang sudah di tiadakan tapi pungutan lain dengan berbagai nama seperti komite sekolah, uang gedung, peningkatan sarana prasarana masih sering kita dengar.

Pelayanan pengobatan dasar di Puskesmas, di hampir seluruh kabupaten di Kalimantan Selatan sudah digratiskan. Sebagian besar mensyaratkan  KTP atau kartu keluarga sebagai syarat untuk mendapatkan pelayanan gratis tersebut. Bahkan di Kabupaten Banjar sudah melaksanakan pelayanan dasar gratis di Puskesmas selama 24 jam !!!. Suatu hal yang luar biasa (aneh; maksudnya). Satu-satunya di Indonesia. (mungkin yang lain bukannya tidak kepikiran, tapi mengganggap hal tersebut adalah suatu hal yang tidak masuk akal). Karena rumah sakit dengan sumber daya yang jauh lebih lengkap dari Puskesmaspun tidak melayani pelayanan dasar 24 jam. Rumah sakit hanya melayani kejadian gawat darurat 24 jam. Sekali lagi ini hanyalah jualan PILKADA.

Sebagai orang yang berkecimpung di kesehatan jualan pengobatan gratis bagi masyarakat adalah jualan basi yang lebih pada pembodohan terhadap masyarakat. Kenapa ?? bukannya tidak setuju, selain sudah di janjikan oleh pemerintah pusat. Pengobatan gratis memang sudah seharusnya dilakukan dan bukanlah hal yang memerlukan dana besar, dibandingkan dengan pembangunan lain yang kadang tidak begitu di perlukan seperti pembelian mobil dinas yang masih belum perlu karena yang lama masih sangat layak pakai, pembangunan bangunan-bangunan monumental (proyek mercu suar), kegiatan-kegiatan seremonial yang kadang menelan dana miliaran, seperti hari jadi kabupaten, pembukaan atau penutupan suatu acara, dll. Tapi pengobatan gratis juga haruslah di barengi dengan peningkatan kualitas baik SDM maupun sarana prasarana. Contoh paling kecil adalah masalah obat, penulis pernah menanyakan kepada seorang paramedis yang mau pensiun, tentang kesannya bekerja di Puskesmas, katanya dari dulu sampai sekarang tidak ada perubahan sama sekali, obatnya dari dulu sampai sekarang begitu-begitu saja, obat seperti antalgin, tetracyclin masih dipertahankan. Tanpa mengecilkan arti obat-obat tersebut, dengan kemajuan pesat ilmu kedokteran modern sudah banyak obat-obat yang lebih berkhasiat dengan efek samping yang lebih kecil. Sehingga tak salah kalau ada pameo di masyarakat  yang menyatakan Puskesmas hanya untuk menyembuhkan Pusing, Keseleo dan Masuk Angin (PusKesMas). Lebih parah lagi obat yang sudah seadanya itupun masih sering kehabisan. Belum kalau kita bicarakan masalah jumlah tenaga medis maupun paramedis yang masih tidak mencukupi, untuk pelayanan pagi sajapun masih belum optimal walaupun sudah berusaha maksimal, apalagi 24 jam. Sarana Laboratorium juga seadanya. Sehingga untuk diagnosa penyakit di Puskesmas sering terlambat.

Jadi bagi penulis pelayanan gratis memang penting, tapi yang lebih penting adalah peningkatan pelayanan baik dari segi sumber daya manusia maupun sarana prasarana. Contoh di Kabupaten Banjar misalnya dana pelayanan kesehatan dasar 24 jam, yang kalau tidak salah mencapai 8 miliar lebih baik digunakan untuk menambah sarana prasarana di Puskesmas, seperti mempercanggih laboratorium di seluruh Puskesmas, memperbaiki kualitas obat-obat dengan yang lebih mutakhir, jadi tidak ada lagi pasien disuruh menebus obat di luar dengan harga yang mahal seperti yang sering kita dengar terutama di rumah sakit. Juga yang lebih penting bisa di pakai untuk memperbesar dana operasional petugas kesehatan lingkungan atau petugas lainnya untuk melakukan penyuluhan maupun mendorong memperbanyak survey/ penelitian epidemiologik  sebagai cara pencegahan terjadinya penyakit. Karena prinsip sekarang yang di utamakan adalah preventif / pencegahan bukan kuratif / pengobatan seperti yang banyak dijual dalam pilkada. Bukankah mengobati jauh lebih mahal dan menyakitkan daripada mencegah. Nah mudah-mudahan para kepala daerah lebih mendengarkan para petugas di lapangan yang lebih tahu situasi, tidak hanya mendengarkan para kepala Dinas yang kebanyakan ABS (asal bos senang). Sehingga pengobatan gratis bukan hanya sebagai jualan PILKADA saja, tapi memang niat tulus dari hati untuk membantu masyarakat. Dan kalau memang tulus sudah saatnyalah memperbaiki kualitas sumber daya dan sarana prasarana kesehatan khususnya pelayanan kesehatan dasar pertama yaitu Puskesmas.

Juli 13, 2009 - Posted by | Pengobatan | , ,

1 Komentar »

  1. Ya, pengobatan gratis dan pendidikan gratis memang dua hal yang sangat menggembirakan ‘kadangarannya’. Memang dengan adanya dua macam hal ini sangat membantu rakyat miskin. Tapi yang namanya gratis di sini sakalinya kd gratis 100%. Itu dusta haja. Yg digratiskan itu adalah obat-obat yang murah yg terkadang orang lebih hakun manukar di warung daripada obat gratis itu… Maaf lah, asal pandir haja, nah. Jgn tasinggung.

    Teruslah ngeblog, dok. Sambil belajar tips-tips ngeblognya dari berbgai situs lain. Aku gin siap membantu bila dipinta.

    Komentar oleh rusdi | Juli 20, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: