Dokterdia’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Rokok, Bahaya Besar Yang Terabaikan

ROKOK; BAHAYA BESAR YANG TERABAIKAN

Oleh

dr. Diauddin HB

“ Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin” tertulis dengan cukup mencolok di bagian belakang bungkus rokok. Ancaman yang cukup mengerikan sebenarnya, siapa yang tak takut dengan kanker, serangan jantung apalagi impotensi. Tapi data yang ada menyatakan bahwa konsumsi rokok di Indonesia, terutama untuk perokok pemula, tumbuh paling pesat di dunia. 44% perokok usia 10-19 tahun dan 37% usia 20-29 tahun, jadi 81% perokok pemula dalam usia remaja dan produktif yang notabene merupakan harapan bangsa. Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Pemerintah memang setengah hati dalam melindungi masyarakat dari bahaya rokok, selain dengan mewajibkan produsen rokok untuk mencantumkan bahaya merokok di bungkus rokok dan kadar tar dan nikotin disamping bungkus rokok. Serta mengatur tata cara iklan rokok dimedia cetak maupun televisi yang juga sering dilanggar melalui PP no 38/2000, hampir tidak ada usaha lain lagi yang signifikan dalam usaha mengkampanyekan larangan merokok. Sehingga perokok tidak bisa disalahkan apabila mereke mengabaikan tulisan dibungkus rokok karena mereka memang tidak begitu memahami arti tulisan tersebut. Bahkan banyak yang mempertanyakan kebenaran peringatan tersebut karena selama ini mereka merasa baik-baik saja mengkonsumsi rokok.

Dampak Kesehatan

Merokok memang bukan seperti narkoba yang akibat buruknya bisa timbul dalam jangka waktu yang pendek. Akibat yang di timbulkan oleh rokok terakumulasi sedikit demi sedikit dan muncul setelah 10-20 tahun kemudian. Lebih dari 70 ribu artikel ilmiah membuktikan bahaya rokok tersebut. Dalam setiap kepulan asap rokok terkandung 4000 racun kimia berbahaya dan 43 diantaranya bersifat karsinogenik (merangsang tumbuhnya kanker). Bahan-bahan kimia tersebut antara lain Hydrogen cyanida (racun untuk hukuman mati), acetone (penghapus cat), methanol (bahan bakar roket), Toluene (pelarut industri), Naphtelene (kapur barus), Arsenic (racun semut putih), Cadmium (di pakai accu mobil), dan lain-lain.

Data Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) 2002, sekitar 500 ribu orang Indonesia saat ini menderita berbagai penyakit akibat rokok. Angka kematian akibat mengkonsumsi rokok di Indonesia telah mencapai 57.000 jiwa/tahun, dan 4 juta/ tahun di seluruh dunia (kebanyakan dinegara berkembang).

Direktur riset kanker Oxford University Richard Peto menyatakan, separuh dari semua perokok akan mati karena rokok, separuhnya dari yang mati karena rokok itu akan meninggal pada usia muda.

Lebih menakutkan lagi dampak kesehatan dari rokok bukan hanya untuk yang merokok saja tapi juga orang disekelilingnya (perokok pasif). Asap samping (sidestream smoke) yang dikeluarkan oleh perokok dua kali lebih banyak daripada asap utama yang dihisap oleh perokok dengan kadar racun berbahayanya juga tentunya lebih banyak. Jadi resiko bahaya yang diterima oleh perokok pasif sama besarnya dengan perokok aktif. Bagi anak-anak bahkan lebih berbahaya lagi, karena anatomi paru-paru anak yang masih lebih kecil dari dewasa, jadi paru-paru anak-anak lebih cepat dan rentan terpapar asap rokok. Anak-anak yang lahir tahun 1985 diperkirakan sepertiganya akan terkena kanker dan seperempatnya akan meninggal karena kanker. Sekarangbisa kita lihat buktinya, kita semua pasti memiliki keluarga atau teman yang mengidap kanker.

Jadi kalau bukan untuk anda berhentilah merokok untuk anak anda.

Dampak Ekonomi

Penghasilannegara dari cukai rokok pada tahun 2004 mencapai 27 trilyun. Suatu jumlah yang sangat signifikan. Karena takut kehilangan 27 trilyun inilah pemerintah sampai sekarang tak pernah berani mengambil kebijakan yang konkrit dan komprehensif untuk penanggulangan bahaya rokok. Padahal menurut data di berbagai negara, biaya kesehatan yang di akibatkan oleh rokok sebesar 3 x lipat dari cukai yang didapatkan, sekitar 81 trilyun. Jadi sebenarnya 27 trilyun hanyalah sebuah ilusi belaka. Karena angka sebenarnya adalah minus 54 trilyun/tahun.

Survey kesehatan rumah tangga 2002 menyebutkan, angka merokok aktif di Indonesia di Indonesia mencapai 75% atau 141 juta orang, dan ironisnya mayoritas sekitar 60%nya adalah orang berkategori miskin. Mereka mengalokasikan 9% total pendapatannya yang tak seberapa untuk membeli rokok. Sungguh ironis jika kita lihat data Susenas 2003 menyebutkan ada sekitar 1.544.227 balita yang menderita gizi buruk dan 3.572.882 balita yang menderita gizi kurang diseluruh Indonesia, ternyata uang yang bisa digunakan untuk membeli makanan sebagian digunakan untuk membeli rokok. Belum lagi kalau kita bicarakan tentang berapa anak yang tak sekolah, modal usaha dan lain-lain, sungguh betapa banyak kerugian yang ditimbulkan oleh rokok.

Ada cerita menarik tentang pemanfaatan uang rokok. Seorang konglomerat yang perokok mengangkat seorang anak yatim untuk di asuh. Ternyata setelah dihitung-hitung biaya merokok mengangkat beliau selama satu bulan lebih besar daripada biaya memelihara anak yatim. Sejak itu beliau berhenti merokok, dan apabila timbul keinginan untuk merokok beliau mengangkat satu orang anak yatim lagi. Tak terasa beliau sudah punya 8 orang anak yatim, sehingga dibuatkanlah panti asuhan. Sekarang anak asuh beliau sudah mencapai 50 orang lebih, semuanya mendapat pendidikan yang layak, bahkan ada yang sampai S3 (Doktor) di Amerika. Bayangkan semuanya hanya berasaldari uang rokok. Uang yang tadinya terbakar sia-sia ternyata bisa digunakan untuk membantu orang lain.

Berhentilah Merokok atau Merokoklah Beretika

Sudah jelas bahwa merokok tidak hanya merugikan bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain, dari segi manapun baik ekonomi maupun kesehatan tak ada keuntungan yang bisa didapat. Dari sisi pandang agama, selama puluhan tahun hukum merokok terus mengambang, yang paling umum adalah makruh dan mubah. Terutama di Indonesia, karena yang membahas, para ulama kita mayoritas perokok juga. Ulama yang mengharamkan sekalipun jarang, tetap ada, antara lain : Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, ulama Mesir, Syria, Saudi, dr Yusuf Qardhawi dll. Dalilnya antara lain ; Bahayanya lebih banyak dari manfaatnya (QS 2 : 219)“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.Merusak badan atau Kesehatan. Khamar karena “mencandu” (nikotin dalam rokok, no 2 setelah heroin dalam mengakibatkan kecanduan) dan segala yang merusak (badan, otak, kesehatan, dsb) (QS 2: 195) “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”Termasuk pemborosan (mubazir) (QS 40:28, QS 6:141, QS 7 : 31)”…..dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”, Termasuk dalam hadist La Dhororo wala dhirara : tidak boleh membinasakan diri dan orang lain. Jadi sekali lagi kuatkanlah niat untuk berhenti merokok sekarang juga.

Kalaupun sulit untuk berhenti / masih dalam proses maka mencobalah untuk merokok lebih beretika. Jangan merokok di dalam rumah sebagai bukti sayang sama keluarga karena asap rokok berbahaya buat anak dan keluarga. Juga hindari merokok di keramaian karena membahayakan bagi orang lain.

Bagi yang tidak merokok, selamat !!, dan jangan pernah berpikir untuk mencoba-coba.

Februari 2, 2009 - Posted by | kesehatan | , ,

1 Komentar »

  1. visit my blog
    http://jerzz.wordpress.com/
    ingin tukeran link mohon konfirmasi di blog saya

    Komentar oleh jerzz | Juli 19, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: