Dokterdia’s Blog

Just another WordPress.com weblog

BUKAN (HANYA) SALAH PEMIMPIN

Sayyidina ‘Ali Bin Abi Thalib merupakan khalifah terakhir dari Khulafaur Rasyidin setelah Sayyidina Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Ustman Bin Affan. Beliau bukan hanya seorang khalifah tetapi juga suami dari Siti Fatimah anak Rasulullah Muhammad SAW serta ayah dari Hasan dan Husain penerus nasab keturunan Rasulullah. Karena berbagai keistimewaan maka beliau merupakan salah seorang yang dijamin oleh Rasulullah masuk surga.
Pada suatu ketika, Sayyidina ‘Ali pernah ditanya oleh salah seorang rakyatnya; kenapa pada masa pemerintahan kamu keadaan semakin memburuk, sedangkan pada masa pemerintahan Abu Bakar dan Umar keadaan aman tentram ??. Dengan tenang beliau menjawab, pada masa pemerintahan Abu Bakar dan Umar rakyatnya seperti aku, sedangkan pada masa pemerintahanku rakyatnya seperti kamu !!.
Sebagaimana kita ketahui pada masa pemerintahan ‘Ali bin Abi Thalib terjadi banyak kekacauan yang disebabkan oleh intrik-intrik politik yang di motori oleh kaum munafik. Bahkan perang saudara tidak terelakkan yang akhirnya terjadi kudeta. Bahkan sang khalifahpun harus wafat sebagai syuhada. Kenapa Sayyidina ‘Ali menjawab seperti itu; bahwa penyebab kemunduran negara pada masa pemerintahannya adalah akibat rakyatnya (kaum munafik). Tentu jawaban ini bukanlah jawaban asal yang hanya sekadar ingin membela diri, karena sebagai orang yang diberi gelar oleh Rasulullah “pintu/gerbangnya ilmu” segala kata-kata beliau tentulah di dasari oleh dasar yang kuat.
Pernyataan sayyidina ‘Ali ini sangat relevan dengan keadaan bangsa kita saat ini. Keadaan carut marut bangsa, rendahnya pendapatan perkapita, tingginya angka kemiskinan, banyaknya impor, kebobrokan moral dll. Lambannya kebangkitan Indonesia ini tentunya sangatlah mengherankan, mengingat secara sumber daya baik manusia maupun alam, kita jelas tidak kalah dari negara-negara lain di dunia.
Berdasarkan pernyataan Khalifah ke empat setelah Rasulullah dan pemuda pertama yang masuk Islam tersebut. Untuk keluar dari masalah bangsa ternyata kita tidak hanya membutuhkan pemimpin/presiden yang baik, tapi yang tidak kalah pentingnya kita juga membutuhkan rakyat yang baik. Mungkin sebagian dari kita sudah berubah seperti para kaum munafik di zaman Sayyidina ‘Ali. Yang kerjanya mengadu domba, berteriak seakan untuk kepentingan orang banyak tapi sebenarnya semata-mata bagi keuntungan pribadi. Sadar atau tidak kalau kita perhatikan lebih mendalam, di sekeliling kita maupun di media massa baik cetak maupun elektronik, offline maupun online. Kita sering melihat orang-orang munafik seperti itu, bahkan mereka sering berkata atas nama rakyat. Lebih parah lagi tampaknya virus munafik ini tidak hanya menjangkiti kalangan atas, tapi juga sudah jauh merasuk keseluruh sendi-sendi kehidupan bangsa kita baik dikalangan menengah maupun kalangan bawah. Fenomena Politik uang di Pileg, PilKada maupun PilPres seakan membuktikan secara kasat mata betapa bobroknya mental kebanyakan masyarakat kita.
Untuk memperbaikinya mau tidak mau kita harus memulai dari diri kita dan keluarga kita masing-masing. Individu dan keluarga merupakan sendi dari masyarakat yang lebih luas. Jadi sekaranglah saatnya bagi kita semua untuk saling mengintrospeksi diri. Sebelum kita menuntut pemerintah untuk berbuat yang terbaik, sudahkah juga kita sebagai rakyat berbuat yang terbaik untuk bangsa ini ??. Ataukah kita bahkan menjadi bagian dari kaum munafik yang memperberat masalah bangsa ini ???. Jawabannya ada pada diri kita masing-masing dan hanya kitalah yang mampu menjawabnya. Untuk mempermudah, marilah kita ingat lagi sabda Rasulullah, sang pemimpin panutan sepanjang masa dan tak ada duanya Muhammad SAW, bahwa ciri orang munafik antara lain bila berkata-kata dia berdusta, bila berjanji dia ingkar dan bila dipercaya dia khianat !!!.

Oktober 7, 2014 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Mulia dengan Berdagang

“Sembilan dari sepuluh pintu rezeki adalah berniaga”

Sudah jadi rahasia umum bahwa banyak anak muda sekarang punya cita-cita setelah lulus dari sekolah atau kuliah ingin bekerja di Instansi tertentu. Kebanyakan ingin jadi Pegawai Negeri Sipil, karena pikirnya ada kepastian, lebih santai, dapat gaji setiap bulan. Padahal sekarang lowongan pekerjaan sangat sulit, saingan sudah banyak, Perguruan tinggi begitu banyaknya dari perguruan tinggi berkelas sampai perguruan tinggi abal-abal, namun yang penting ijazahnya. Akibatnya angka pengangguran semakin tinggi, baik pengangguran berijazah apalagi yang tidak punya ijazah.

Tapi jangan salah berijazah atau tidak di era global sekarang, yang paling penting adalah kreatifitas. Banyak kisah sukses yang bisa kita lihat/baca dari pengumpul barang bekas, pengrajin limbah, sampai jasa cleaning service atau yang lagi rame sekarang online marketer. Di dunia maya banyak sekali peluang yang bisa kita lakukan. Dari potensi refferal, jualan online, jual jasa maupun cuma pasang iklan di blog kita.

Salah satu favorit saya adalah jualan online, karena berdagang merupakan pintu rezeki. Selain itu Rasulullah juga berdagang.  Banyak keuntungan dari berdagang online antara lain toko buka 24 jam tanpa harus di jaga, tidak menyewa toko yang sakarang sangat mahal, tidak usah sewa pegawai, dll. Penulis sendiri mencoba berjualan kaos di intankaos.com

 

 

Februari 9, 2013 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Resolusi Tahun Baru

Tak terasa umur sudah kepala tiga, anak sudah tambah jadi tiga…

kita tak akan pernah tau sisa umur kita berapa… kadang terbersit tanya dalam hati, apa yang sudah ku lakukan selama hidup ini, apakah banyak amal baik atau sebaliknya…Makin sering di renungkan makin resah hati ini, makin dalam di renungkan makin terasa jauh dari yang di harapkan Allah dan Rasulnya…Kadang malu mendapatkan pujian, hanya bisa diam, bersyukur karena Allah masih menyembunyikan aib diri.

Untungnya aku punya Tuhan baik sekali, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Adil dan yang paling penting Maha Pengampun.. tahu betul dengan segala kelemahan diri, diri yang tak tahan godaan, tak tahan cobaan.

Sekarang sudah pertengahan akhir 2012…tiap tahun waktu terasa makin cepat berlalu. Waktu adalah kesempatan yang tak datang dua kali, ia lewat memakan semuanya tanpa ampun, tidak ada remisi apalagi kesempatan kedua. Masa lalu sudahlah berlalu, tak perlu di ratapi, apalagi dirayu untuk kembali, biarlah jadi bagian sejarah hidup yang harus berarti.

Masa yang akan datang adalah sebuah misteri, yang harus di yakini sebagai ujung perubahan terbaik diri sebelum menuju Ilahi. Masa Sekarang adalah kesempatan, hadiah dari Tuhan untuk di manfaatkan. Selalu berbuat yang terbaik, lebih baik dari yang pernah di lakukan.

Mohon ampun, dan selalu berbaik sangka mungkin adalah kuncinya. Berbaik sangka pada Allah maupun seluruh makhluknya. Apapun takdir kita itulah jalan terbaik darinya. Semoga…..

Desember 24, 2012 Posted by | Agama | Tinggalkan komentar

PENGOBATAN GRATIS ; JUALAN PILKADA

Pesta Demokrasi Rakyat Indonesia yaitu Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden telah dilaksanakan. Namun di beberapa daerah Pemilihan Kepala Daerah baik pemilihan kepala daerah tingkat I maupun tingkat II masih belum dilaksanakan. Banyak hal yang menarik untuk dibicarakan dari beberapa pemilihan yang sudah berlangsung; antara lain, berhasilnya pasangan yang relatif “hijau” / muda menjadi pemenang.

Baca lebih lanjut

Juli 13, 2009 Posted by | Pengobatan | , , | 1 Komentar

HAJI MABRUR

“Rasulullah SAW bersabda bahwa tak ada balsan yang setimpal bagi haji mabrur selain surga”.

Indonesia merupakan negara dengan kuota jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Setiap tahun lebih dua ratus ribu rakyat Indonesia pergi menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Belum lagi kalau kita mau tambahkan dengan jumlah jamaah tidak resmi atau yang sering kita sebut dengan “haji turis” tentu jumlahnya akan bertambah besar lagi. Di tengah berbagai krisis yang menimpa bangsa Indonesia tentunya kita akan tercengang melihat animo masyarakat untuk berangkat haji yang begitu besar.

Baca lebih lanjut

Juli 13, 2009 Posted by | Agama | , | 4 Komentar

BENCANA KELAPARAN MENGANCAM KITA

“ Mengapa di tanahku terjadi bencana, mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita. Yang salalu salah dan bangga dengan dosa-dosa…..”
Syair Ebiet G. Ade ini sengaja penulis jadikan sebagai pembuka tulisan ini karena mungkin sangat pas untuk menggambarkan kondisi bangsa kita yang tak urung ditimpa bencana.

Baca lebih lanjut

Juli 13, 2009 Posted by | Cinta Tanah Air | , | Tinggalkan komentar

Memilih untuk Tidak Memilih

Setiap saat dalam hidup, kita selalu dihadapkan dengan pilihan. Seseorang yang pandai dalam memilihlah yang akan berhasil dalam menjalani hidupnya. Pilihan bukan tanpa konsekuensi, sekecil apapun urgensi pilihan kita akan selalu ada akibat yang mengikuti. Bahkan sebagai orang yang beragama, sebuah pilihan bukan hanya berakibat dalam hidup didunia tapi juga akan dimintai pertanggungjawaban oleh yang Maha Membalas di Akhirat nanti.

Baca lebih lanjut

Juli 13, 2009 Posted by | Cinta Tanah Air | , , , | Tinggalkan komentar

Rokok, Bahaya Besar Yang Terabaikan

ROKOK; BAHAYA BESAR YANG TERABAIKAN

Oleh

dr. Diauddin HB

“ Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin” tertulis dengan cukup mencolok di bagian belakang bungkus rokok. Ancaman yang cukup mengerikan sebenarnya, siapa yang tak takut dengan kanker, serangan jantung apalagi impotensi. Tapi data yang ada menyatakan bahwa konsumsi rokok di Indonesia, terutama untuk perokok pemula, tumbuh paling pesat di dunia. 44% perokok usia 10-19 tahun dan 37% usia 20-29 tahun, jadi 81% perokok pemula dalam usia remaja dan produktif yang notabene merupakan harapan bangsa. Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Baca lebih lanjut

Februari 2, 2009 Posted by | kesehatan | , , | 1 Komentar

Arti Merdeka

Arti Merdeka

Oleh dr. Diauddin Badruddin

http://www.dokterdia.wordpress.com

dokterdia@gmail.com

Tak terasa sudah 60 tahun lebih Indonesia “Merdeka”. Sebuah kata sakral yang tidak semua bangsa bisa merasakannya. Sebuah kata yang untuk mendapatkannya membutuhkan perjuangan yang sangat berat, berkorban tenaga, harta bahkan jiwa. Banyak cerita dalam sejarah Bangsa Indonesia tentang pengorbanan para pejuang kita, yang mengorbankan segala yang dimilikinya untuk mencapai sebuah kemerdekaan. Teuku Umar dan Cut Nya’ Din di Aceh, Pangeran Dipenogoro, Pattimura dan tak lupa Pangeran Antasari di Kalimantan Selatan serta banyak nama pejuang kemerdekaan lainnya.

Baca lebih lanjut

Februari 2, 2009 Posted by | Cinta Tanah Air | , , | 1 Komentar

Komedi Negeri Salah Urus

KOMEDI NEGERI SALAH URUS

Diauddin Badruddin

dokterdia@gmail.com

Dulu, ketika penulis masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan Madrasah Tsanawiyah di dada ini selalu terselip perasaan bangga terhadap Indonesia. Perasaan patriotisme rasanya selalu muncul ketika nama Indonesia disebut. Sebuah bangsa yang kata guru-guru waktu itu gemah ripah loh jinawi (walaupun penulis sampai sekarang tidak tahu artinya), bangsa yang ramah tamah, penuh toleransi terhadap sesama, suka bergotong royong saling membantu tanpa pamrih, bangsa yang dihormati oleh bangsa-bangsa lain didunia.

Baca lebih lanjut

Februari 2, 2009 Posted by | Cinta Tanah Air | , , | Tinggalkan komentar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.385 pengikut lainnya