<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dokterdia's Blog</title>
	<atom:link href="http://dokterdia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dokterdia.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Sep 2011 01:33:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dokterdia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dokterdia's Blog</title>
		<link>http://dokterdia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dokterdia.wordpress.com/osd.xml" title="Dokterdia&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dokterdia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PENGOBATAN GRATIS ; JUALAN PILKADA</title>
		<link>http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/pengobatan-gratis-jualan-pilkada/</link>
		<comments>http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/pengobatan-gratis-jualan-pilkada/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 10:22:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokterdia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/pengobatan-gratis-jualan-pilkada/</guid>
		<description><![CDATA[Pesta Demokrasi Rakyat Indonesia yaitu Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden telah dilaksanakan. Namun di beberapa daerah Pemilihan Kepala Daerah baik pemilihan kepala daerah tingkat I maupun tingkat II masih belum dilaksanakan. Banyak hal yang menarik untuk dibicarakan dari beberapa pemilihan yang sudah berlangsung; antara lain, berhasilnya pasangan yang relatif “hijau” / muda menjadi pemenang. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=20&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pesta Demokrasi Rakyat Indonesia yaitu Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden telah dilaksanakan. Namun di beberapa daerah Pemilihan Kepala Daerah baik pemilihan kepala daerah tingkat I maupun tingkat II masih belum dilaksanakan. Banyak hal yang menarik untuk dibicarakan dari beberapa pemilihan yang sudah berlangsung; antara lain, berhasilnya pasangan yang relatif “hijau” / muda menjadi pemenang.</p>
<p><span id="more-20"></span></p>
<p>Juga para artis yang sukses menjadi kepala daerah. Potensi konflik juga penulis anggap sudah mulai berkurang, selain masalah di Maluku Utara di beberapa daerah lain penulis anggap relatif aman. Riak-riak kecil pasti akan selalu ada. Namun dengan kebesaran hati para calon yang kalah maka riak atau benih konflik tersebut tidak menjadi sebuah gelombang, apalagi tsunami.</p>
<p>Namun bukan hal itu yang ingin penulis cermati, ada satu fenomena menarik dari jualan para peserta PILKADA, yaitu hampir semuanya menjanjikan pelayanan kesehatan gratis dan Pendidikan gratis. Hal yang sebenarnya bukan jualan baru. Pemerintah pusat sudah lama menjanjikan pengobatan gratis bagi rakyat miskin. Pendidikan pun dengan adanya dana BOS juga sudah di janjikan gratis. Namun seperti yang kita ketahui jualan pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat tersebut bagaikan “iklan” dengan fakta. Yang menjadi pertanyaan apa bedanya pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis yang dijanjikan pemerintah pusat dengan yang dijanjikan oleh para Kepala Daerah. Apakah bagaikan perang tarif operator telekomunikasi yang semuanya sebenarnya menjanjikan hal yang sama tapi di kemas dengan jualan yang berbeda.</p>
<p>Seperti kita ketahui di daerah kita saja, penolakan pasien miskin masih saja terjadi baik dengan dalih ruangan penuh, syarat tidak cukup, sampai dana dari pemerintah pusat tidak mencukupi. Terakhir yang penulis ketahui sebagai orang yang berkecimpung di bidang kesehatan pengobatan bagi orang miskin tidak lagi gratis 100%. Khusus nya bagi penyakit-penyakit tertentu yang mengharuskan di rawat inap di rumah sakit. Pendidikan pun begitu, SPP memang sudah di tiadakan tapi pungutan lain dengan berbagai nama seperti komite sekolah, uang gedung, peningkatan sarana prasarana masih sering kita dengar.</p>
<p>Pelayanan pengobatan dasar di Puskesmas, di hampir seluruh kabupaten di Kalimantan Selatan sudah digratiskan. Sebagian besar mensyaratkan  KTP atau kartu keluarga sebagai syarat untuk mendapatkan pelayanan gratis tersebut. Bahkan di Kabupaten Banjar sudah melaksanakan pelayanan dasar gratis di Puskesmas selama 24 jam !!!. Suatu hal yang luar biasa (aneh; maksudnya). Satu-satunya di Indonesia. (mungkin yang lain bukannya tidak kepikiran, tapi mengganggap hal tersebut adalah suatu hal yang tidak masuk akal). Karena rumah sakit dengan sumber daya yang jauh lebih lengkap dari Puskesmaspun tidak melayani pelayanan dasar 24 jam. Rumah sakit hanya melayani kejadian gawat darurat 24 jam. Sekali lagi ini hanyalah jualan PILKADA.</p>
<p>Sebagai orang yang berkecimpung di kesehatan jualan pengobatan gratis bagi masyarakat adalah jualan basi yang lebih pada pembodohan terhadap masyarakat. Kenapa ?? bukannya tidak setuju, selain sudah di janjikan oleh pemerintah pusat. Pengobatan gratis memang sudah seharusnya dilakukan dan bukanlah hal yang memerlukan dana besar, dibandingkan dengan pembangunan lain yang kadang tidak begitu di perlukan seperti pembelian mobil dinas yang masih belum perlu karena yang lama masih sangat layak pakai, pembangunan bangunan-bangunan monumental (proyek mercu suar), kegiatan-kegiatan seremonial yang kadang menelan dana miliaran, seperti hari jadi kabupaten, pembukaan atau penutupan suatu acara, dll. Tapi pengobatan gratis juga haruslah di barengi dengan peningkatan kualitas baik SDM maupun sarana prasarana. Contoh paling kecil adalah masalah obat, penulis pernah menanyakan kepada seorang paramedis yang mau pensiun, tentang kesannya bekerja di Puskesmas, katanya dari dulu sampai sekarang tidak ada perubahan sama sekali, obatnya dari dulu sampai sekarang begitu-begitu saja, obat seperti antalgin, tetracyclin masih dipertahankan. Tanpa mengecilkan arti obat-obat tersebut, dengan kemajuan pesat ilmu kedokteran modern sudah banyak obat-obat yang lebih berkhasiat dengan efek samping yang lebih kecil. Sehingga tak salah kalau ada pameo di masyarakat  yang menyatakan Puskesmas hanya untuk menyembuhkan Pusing, Keseleo dan Masuk Angin (PusKesMas). Lebih parah lagi obat yang sudah seadanya itupun masih sering kehabisan. Belum kalau kita bicarakan masalah jumlah tenaga medis maupun paramedis yang masih tidak mencukupi, untuk pelayanan pagi sajapun masih belum optimal walaupun sudah berusaha maksimal, apalagi 24 jam. Sarana Laboratorium juga seadanya. Sehingga untuk diagnosa penyakit di Puskesmas sering terlambat.</p>
<p>Jadi bagi penulis pelayanan gratis memang penting, tapi yang lebih penting adalah peningkatan pelayanan baik dari segi sumber daya manusia maupun sarana prasarana. Contoh di Kabupaten Banjar misalnya dana pelayanan kesehatan dasar 24 jam, yang kalau tidak salah mencapai 8 miliar lebih baik digunakan untuk menambah sarana prasarana di Puskesmas, seperti mempercanggih laboratorium di seluruh Puskesmas, memperbaiki kualitas obat-obat dengan yang lebih mutakhir, jadi tidak ada lagi pasien disuruh menebus obat di luar dengan harga yang mahal seperti yang sering kita dengar terutama di rumah sakit. Juga yang lebih penting bisa di pakai untuk memperbesar dana operasional petugas kesehatan lingkungan atau petugas lainnya untuk melakukan penyuluhan maupun mendorong memperbanyak survey/ penelitian epidemiologik  sebagai cara pencegahan terjadinya penyakit. Karena prinsip sekarang yang di utamakan adalah preventif / pencegahan bukan kuratif / pengobatan seperti yang banyak dijual dalam pilkada. Bukankah mengobati jauh lebih mahal dan menyakitkan daripada mencegah. Nah mudah-mudahan para kepala daerah lebih mendengarkan para petugas di lapangan yang lebih tahu situasi, tidak hanya mendengarkan para kepala Dinas yang kebanyakan ABS (asal bos senang). Sehingga pengobatan gratis bukan hanya sebagai jualan PILKADA saja, tapi memang niat tulus dari hati untuk membantu masyarakat. Dan kalau memang tulus sudah saatnyalah memperbaiki kualitas sumber daya dan sarana prasarana kesehatan khususnya pelayanan kesehatan dasar pertama yaitu Puskesmas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dokterdia.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dokterdia.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dokterdia.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dokterdia.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dokterdia.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dokterdia.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dokterdia.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dokterdia.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dokterdia.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dokterdia.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dokterdia.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dokterdia.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dokterdia.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dokterdia.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=20&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/pengobatan-gratis-jualan-pilkada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfd036fc1a668580238c3c6f5acd2147?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dokterdia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HAJI MABRUR</title>
		<link>http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/haji-mabrur/</link>
		<comments>http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/haji-mabrur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 10:06:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokterdia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/haji-mabrur/</guid>
		<description><![CDATA[“Rasulullah SAW bersabda bahwa tak ada balsan yang setimpal bagi haji mabrur selain surga”. Indonesia merupakan negara dengan kuota jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Setiap tahun lebih dua ratus ribu rakyat Indonesia pergi menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Belum lagi kalau kita mau tambahkan dengan jumlah jamaah tidak resmi atau yang sering kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=19&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Rasulullah SAW bersabda bahwa tak ada balsan yang setimpal bagi haji mabrur selain surga”.</p>
<p>Indonesia merupakan negara dengan kuota jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Setiap tahun lebih dua ratus ribu rakyat Indonesia pergi menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Belum lagi kalau kita mau tambahkan dengan jumlah jamaah tidak resmi atau yang sering kita sebut dengan “haji turis” tentu jumlahnya akan bertambah besar lagi. Di tengah berbagai krisis yang menimpa bangsa Indonesia tentunya kita akan tercengang melihat animo masyarakat untuk berangkat haji yang begitu besar.</p>
<p><span id="more-19"></span></p>
<p>Kuota  haji Kalimantan Selatan saja katanya sudah penuh hingga bertahun-tahun ke depan.<br />
Menjadi jamaah haji tentu bukan perkara yang mudah, perlu pengorbanan yang tidak sedikit, baik dari segi materi, waktu, tenaga dan pikiran serta perasaan. Betapa banyak orang yangf dari segi materi berlimpah namun tidak bisa menunaikan ibadah haji karena tidak mampu mengorbankan waktunya. Haji merupakan satu-satunya rukun Islam yang diwajibkan hanya satu kali seumur hidup dan secara tegas disebutkan hanya diperuntukkan bagi orang yang mampu saja. Mampu disini menurut penulis lebih condong kepada mampu secara materi, sedangkan mampu dalam masalah lain seperti  mampu secara keilmuan, fisik, waktu seharusnya tidak akan menjadi masalah kalau orang tersebut benar-benar berniat untuk menunaikan ibadah haji. Fatwa sebagian ulama Saudi menyatakan apabila seseorang telah mampu untuk menunaikan ibadah haji namun ia menunda-nundanya tanpa ada uzur yang diperbolehkan secara syar’i dan kemudian meninggal sebelum sempat menjalankan ibadah haji maka ia mati dalam keadaan bukan muslim. Na’uzubillahi min djalik.<br />
“Haji mabrur tak ada balasan yang setimpal kecuali surga” sabda Rasul yang membuat orang berlomba-lomba untuk menunaikan ibadah haji. Petani, nelayan, pegawai negri yang notabene penghasilannya “pas-pasan” menyisihkan hartanya bertahun-tahun bahkan sampai menjual asset yang dimilikinya untuk dapat menunaikan ibadah haji, tentunya dengan harapan mendapat haji yang mabrur. Namun siapa yang  berhak menyandang gelar haji mabrur ?, tak seorangpun tahu, karena itu rahasia Allah semata. Akan tetapi para ulama sepakat bahwa tanda-tanda haji mabrur adalah terjadi peningkatan kearah perbaikan yang signifikan dalam pribadi orang tersebut setelah menunaikan ibadah haji. Secara gamblang bisa dikatakan ketika pedagang naik haji, maka pulangnya dia akan menjadi pedagang yang jujur. Jika pejabat naik haji, maka dia akan menjadi pejabat yang amanah, dan seterusnya. Secara gamblang juga bisa dikatakan ketika setiap tahun ratusan ribu rakyat Indonesia dari berbagai profesi termasuk didalamnya pejabat pemerintahan menunaikan ibadah haji, semestinyalah kita bisa berharap banyak Indonesia akan menjadi lebih baik. Tetapi apakah demikian ? ataukah kondisi bangsa tak berubah bahkan bertambah parah ??!. Apakah ini tanda haji kita semua tidak mabrur !??. Wallahu a’lam.<br />
Haji mabrur merupakan hasil dari sebuah proses/rangkaian, dari persiapan pribadi, proses keberangkatan, ritual ibadah haji, sampai pulang ke kampung halaman. Pada saat berangkat tentunya semua orang punya niat yang sama, niat tulus untuk berhaji. Niat berhaji yang sudah bersih seharusnya terus dijaga selama ditanah suci. Pemerintah mempunyai peranan penting dalam menjaga niat suci ini supaya tidak ternoda. Masalah pemondokan misalnya, selama ini satu kamar berkapasitas 4 sampai 8 orang bahkan ada yang lebih. Bukan jumlah yang penulis permasalahkan di sini tapi yang paling memprihatinkan adalah bergabungnya laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim, berkumpul bersama selama  38 hari tentunya sangat susah untuk menjaga aurat agar tak terbuka terutama bagi perempuan. Masalah ini sangat mengganggu kekhusu’an dan mengurangi nilai ibadah. Hal seperti ini harus segera dipikirkan pemecahan masalahnya oleh pemerintah. Pembimbing ibadah haji, baik yang dibiayai APBN atau APBD juga seharusnya ditambah bukan malah dikurangi tentu dengan proses seleksi yang benar-benar “independent” bukan jatah-jatahan atau balas budi pejabat untuk “teman-teman dekatnya”.  Banyak lagi hal-hal “kecil” yang bisa mengganggu nilai ibadah yang harus diperhatikan pemerintah, agar “investasi” masa depan bangsa bernilai triliyunan rupiah yang dikeluarkan untuk menunaikan ibadah haji ini tidak sia-sia (hanya sekedar mendapat gelar Pa Haji atau Bu Haji saja), tapi haruslah investasi ini berarti bagi perbaikan bangsa. Sudah saatnya pemerintah (Badan Pengelola Haji Indonesia) tidak lagi memandang ibadah haji sebagai ritual tahunan biasa saja apalagi sebagai sebuah “proyek” yang bernuansa bisnis. Tapi juga harus meningkatkan pelayanan dengan tujuan akhir mengawal niat suci jamaah untuk menunaikan ibadah haji dan mendapat haji yang mabrur. Bukan hanya sekedar mengawal keberangkatan, ritual ibadah, dan kemudian mengawal kepulangan jamaah secara fisik saja, sebagaimana tampaknya sekarang dilakukan.<br />
Seharusnya tugas pemerintah untuk mengawal niat suci jamaah ini tidak susah. Karena jamaah yang telah mengorbankan harta, waktu, tenaga, pikiran dan perasaan yang tidak sedikit tentunya juga tak ingin ibadahnya sia-sia. Dua ratus lima ribu jamaah haji resmi Indonesia ditambah ribuan jamaah haji “turis” lainnya tentu mempunyai keinginan yang sama untuk menjadi orang yang lebih baik ketika kembali ke tanah air (Haji Mabrur). Jadi dengan niat dan usaha yang tulus dari pemerintah maka seharusnya kloplah sudah. Jangan sampai pemerintah seperti kata A’a Gym dalam khutbah Arafahnya kalau mengelola orang yang berniat baik saja tidak mampu, bagaimana mungkin bisa mengelola bangsa yang tidak hanya terdiri dari orang yang berniat baik ?!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dokterdia.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dokterdia.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dokterdia.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dokterdia.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dokterdia.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dokterdia.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dokterdia.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dokterdia.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dokterdia.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dokterdia.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dokterdia.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dokterdia.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dokterdia.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dokterdia.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=19&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/haji-mabrur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfd036fc1a668580238c3c6f5acd2147?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dokterdia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BENCANA KELAPARAN MENGANCAM KITA</title>
		<link>http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/bencana-kelaparan-mengancam-kita/</link>
		<comments>http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/bencana-kelaparan-mengancam-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 10:05:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokterdia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta Tanah Air]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[kelaparan.pemerintah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/bencana-kelaparan-mengancam-kita/</guid>
		<description><![CDATA[“ Mengapa di tanahku terjadi bencana, mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita. Yang salalu salah dan bangga dengan dosa-dosa&#8230;..” Syair Ebiet G. Ade ini sengaja penulis jadikan sebagai pembuka tulisan ini karena mungkin sangat pas untuk menggambarkan kondisi bangsa kita yang tak urung ditimpa bencana. Negara kita sejak tahun 1998 dilanda berbagai macam krisis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=18&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“ Mengapa di tanahku terjadi bencana, mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita. Yang salalu salah dan bangga dengan dosa-dosa&#8230;..”<br />
Syair Ebiet G. Ade ini sengaja penulis jadikan sebagai pembuka tulisan ini karena mungkin sangat pas untuk menggambarkan kondisi bangsa kita yang tak urung ditimpa bencana.</p>
<p><span id="more-18"></span><br />
Negara kita sejak tahun 1998 dilanda berbagai macam krisis yang menghantarkan bangsa kita ke keterpurukan. Diawali dengan krisis moneter yang mengakibatkan inflasi semakin tinggi harga kebutuhan pokok melambung tak terjangkau, membuat bangsa kita menuju kebangkrutan. PHK tak terhindarkan, gejolak sosial semakin tajam, konflik horisontal dan vertikal meledak menimbulkan korban jiwa dan arus pengungsian dengan jumlah jutaan orang yang hingga kini masih dalam kondisi yang memprihatinkan.<br />
Pengrusakan Sumber Daya Alam (hutan, gunung, laut, dll) yang mungkin tak pernah terbayangkan oleh para pendiri negara kita, tanpa ada tindakan yang berarti dari pemerintah, ditambah dengan pemanasan global yang juga diakibatkan oleh ulah manusia mengakibatkan alam semakin tidak bersahabat (atau kita yang tidak bersahabat dengan alam ??!!). Musim kemarau kekeringan, musim hujan kebanjiran, berakibat kepada gagal panen yang akhirnya gagal pangan.<br />
Ditambah lagi dengan ulah-ulah pengelola negara kita, bank berjatuhan, bangkrut, kredit macet, BLBI dikeluarkan, akhirnya uangnya hilang tanpa makna, tak tahu kemana. Korupsi no I di Asia, tanpa tahu siapa yang mengkorupsi.<br />
Allah pun memberikan peringatan, bencana tsunami, gempa bumi, mengakibatkan korban jiwa yang mungkin terbesar dalam sejarah peradaban dunia yang diakibatkan oleh bencana alam. Dan Allah memilih menurunkannya di Indonesia. Cukupkah sudah penderitaan Negeri ini ??.<br />
Di berbagai media cetak maupun televisi akhir-akhir ini diberitakan tentang satu lagi bencana yang sedang menimpa anak bangsa kita, wabah busung lapar sedang menimpa bangsa kita.<br />
Busung lapar adalah suatu keadaan yang disebabkan seseorang (biasanya anak-anak dan bayi) menderita gizi buruk. Jadi biasanya banyak menimpa negara-negara miskin dengan sumber daya alam sangat terbatas seperti Ethiopia dan Somalia. Gambaran anak-anak yang kurus kering, muka keriput tampak seperti orang tua, perut yang membuncit dengan kulit di kaki dan tangan yang kendor bergelantung seperti kain. Ditambah dengan kondisi yang sakit-sakitan seperti diare, pneumonia dan lain-lain karena lemahnya daya tahan tubuh sehingga mereka rentan sekali terhadap kematian. Pernahkah pembaca bayangkan potret anak-anak tersebut yang dulunya hanya kita lihat di televisi yang terjadi di negara lain sudah terjadi di negeri kita mengenai anak bangsa kita ??.<br />
Di dunia medis busung lapar dikenal dengan nama Kurang Energi Protein (KEP) yang dibagi tiga macam tipe yaitu Marasmus, kwashiorkor dan Marasmic Kwashiorkor.<br />
Gizi buruk sendiri bisa timbul karena berbagai sebab yang saling mempengaruhi, antara lain akibat kemiskinan, rendahnya pendidikan orang tua, faktor kesehatan, sanitasi lingkungan, dll.<br />
Jadi busung lapar terjadi setelah melalui proses berbulan-bulan tidak timbul seketika dimulai dari kurangnya asupan gizi secara terus menerus ditambah dengan adanya penyakit penyerta. Hal yang amat disayangkan proses ini tidak terpantau oleh pemerintah setempat ataukah sudah terpantau tapi tak berdaya atau tak perduli.<br />
Penulis sekarang bertugas sebagai dokter Puskesmas disalah satu wilayah yang termasuk terpencil. Daerah yang nyaman, tentram jauh dari daerah bencana dan konflik. Tapi imbas keterpurukan bangsa juga berpengaruh disini, mayoritas penduduknya hidup dalam kemiskinan. Kemiskinan memang penyebab utama terjadinya busung lapar. Harga bahan-bahan kebutuhan pokok sehari-hari yang semakin tinggi apalagi ditambah dengan harga BBM yang meningkat semakin menyebabkan para orang tua tidak mampu untuk memberi makan anaknya dengan gizi yang cukup.<br />
Di tempat penulis bertugas, sebelum wabah busung lapar dihebohkan  di media massa, penulis sudah menemukan beberapa kasus gizi buruk (busung lapar), bahkan  lebih banyak lagi anak-anak dan bayi penderita gizi kurang yang bila dibiarkan cepat atau lambat akan mengarah ke gizi buruk juga. Akankah kita biarkan itu terjadi ??<br />
Dibandingkan bencana serupa yang terjadi di Ethiopia atau Somalia misalnya bencana kelaparan di Indonesia merupakan sebuah ironi, kenapa ??? disana bencana kelaparan terjadi diakibatkan kondisi alam yang tidak mendukung, kekeringan terjadi sepanjang tahun. Di Indonesia Alam kita terkenal sebagai jamrud Khatulistiwa, hijau, subur, walaupun sudah jauh berkurang karena dirusak, tetapi potensinya masih sangat besar. Disana kemiskinan merata hampir diseluruh pelosok negeri, sedangkan di Indonesia contoh ditempat saya bertugas, hanya dengan perjalanan ± ½ jam kita akan melihat kota Banjarmasin yang dipenuhi dengan mobil-mobil mewah semua merk sudah ada disana bahkan katanya kalau masalah mobil mewah Surabaya pun kalah. Lebih ironi lagi kalau kita bicarakan pemukiman kumuh di dalam kota Banjarmasinnya sendiri yang dikelilingi oleh gedung-gedung bertingkat, hotel dan ruko-ruko yang terus bermunculan.<br />
Sekali lagi, kemiskinan memang penyebab utama terjadinya busung lapar. Jadi busung lapar yang mulai mewabah menunjukkan bahwa rakyat kita sudah begitu menderitanya sampai untuk memenuhi kebutuhannya yang paling mendasarpun yaitu kebutuhan perutnya sudah tidak mampu.<br />
Kita tidak mungkin hanya berharap terhadap pemerintah saja, subsidi PKPS BBM (Program Kompensasi Pengurangan Subsidi- Bahan Bakar Minyak), yang berupa Beras miskin, Asuransi Kesehatan, program padat karya, dll, hanya mampu membantu sesaat, tapi tidak bisa mengangkat mereka dari jurang kemiskinan, relatif tidak berubah.<br />
Terakhir, penulis mengajak semua pihak yang peduli untuk bergabung bersama membantu sesama, dengan harta, tenaga dan pikiran. Sekarang bangsa kita membutuhkan relawan-relawan yang siap berkorban tanpa pamrih.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dokterdia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dokterdia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dokterdia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dokterdia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dokterdia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dokterdia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dokterdia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dokterdia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dokterdia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dokterdia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dokterdia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dokterdia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dokterdia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dokterdia.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=18&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/bencana-kelaparan-mengancam-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfd036fc1a668580238c3c6f5acd2147?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dokterdia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memilih untuk Tidak Memilih</title>
		<link>http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/memilih-untuk-tidak-memilih/</link>
		<comments>http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/memilih-untuk-tidak-memilih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 09:59:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokterdia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta Tanah Air]]></category>
		<category><![CDATA[depan]]></category>
		<category><![CDATA[masa]]></category>
		<category><![CDATA[Memilih]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/memilih-untuk-tidak-memilih/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap saat dalam hidup, kita selalu dihadapkan dengan pilihan. Seseorang yang pandai dalam memilihlah yang akan berhasil dalam menjalani hidupnya. Pilihan bukan tanpa konsekuensi, sekecil apapun urgensi pilihan kita akan selalu ada akibat yang mengikuti. Bahkan sebagai orang yang beragama, sebuah pilihan bukan hanya berakibat dalam hidup didunia tapi juga akan dimintai pertanggungjawaban oleh yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=17&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap saat dalam hidup, kita selalu dihadapkan dengan pilihan. Seseorang yang pandai dalam memilihlah yang akan berhasil dalam menjalani hidupnya.  Pilihan bukan tanpa konsekuensi, sekecil apapun urgensi pilihan kita akan selalu ada akibat yang mengikuti. Bahkan sebagai orang yang beragama, sebuah pilihan bukan hanya berakibat dalam hidup didunia tapi juga akan dimintai pertanggungjawaban oleh yang Maha Membalas di Akhirat nanti.</p>
<p><span id="more-17"></span>Semakin dekat dengan Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah Langsung, Semakin banyak pertanyaan yang berkecamuk dikepala penulis, siapakah yang akan dipilih, apa konsekuensi dari pilihan ini, bagaimana kalau pilihan saya kalah, bagaimana kalau menang, dan yang paling penting kalau saya memutuskan untuk memilih sudah betulkah pilihan saya !!. Pertanyaan ini mungkin banyak berkecamuk dikepala para pembaca, mungkin juga tidak. Tapi yang pasti dalam menentukan  pilihan bukanlah suatu hal yang mudah dan bukan pula tanpa konsekuensi seperti yang sudah penulis ungkapkan diatas, apalagi  dalam Pemilu yang mana suara kita akan turut menentukan masa depan daerah kita. Bahkan ada sebuah surat pembaca yang mengatakan bahwa apabila kita memilih pemimpin yang zalim maka kita juga termasuk orang yang zalim. Zalim atau tidaknya seorang penguasa tidak bisa terlihat saat mereka masih berstatus sebagai calon penguasa tapi baru terlihat setelah mereka betul-betul terpilih menjadi penguasa.<br />
Bagi penulis untuk bisa memilih maka kita harus betul-betul mengenal mereka yang akan kita pilih.  Salah satu kriteria yang paling mudah dilihat adalah dengan melihat keluarga dari sang calon. Karena keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat, jadi bagaimana mungkin seseorang mampu memimpin sebuah daerah dengan jumlah masyarakat yang begitu banyak kalau untuk memimpin keluarganya saja tidak becus. Sudah bukan rahasia lagi banyak para pemimpin kita baik nasional maupun daerah baik pemimpin eksekutif, legislatif bahkan akademisi, rumah tangganya hancur dengan isu perselingkuhan, anak-anaknya hancur dengan narkoba, seks bebas dan lain-lain.<br />
Dari uraian diatas ditambah dengan budaya politik uang dengan hitung-hitungan yang begitu menakutkan sehingga penulis mengartikannya tak mungkin seorang calon terpilih tak korupsi atau apapun istilahnya. Karena rasanya apakah mungkin di zaman sekarang ini dengan calon yang kebanyakan dari muka-muka lama muncul seorang malaikat, sufi, yang mengorbankan sebagian besar hartanya bermilyar-milyar tanpa mengharapkan apapun. Rasanya mustahil !!!.  Jadi sekarang timbul pertanyaan baru apakah kita harus memilih salah satu calon atau sebaiknya kita memilih untuk tidak memilih.<br />
Memilih untuk tidak memilih merupakan suatu opsi baru yang patut dengan sangat dipertimbangkan, kenapa ? selain alasan-alasan diatas juga pemilihan secara langsung akan menjadikan seorang pemimpin terpilih yang sangat legitimate. Bahkan saking legitimatenya legislatif pun akan kesulitan mengontrolnya bahkan mungkin akan disepelekan karena mereka tidak dipilih DPRD tapi dipilih oleh rakyat langsung yang notabene lebih banyak dari jumlah pemilih anggota DPRD satu fraksi sekalipun.Bahkan dengan didemo oleh ribuan orang sekalipun seorang pemimpin dengan enteng akan dapat berkata bahwa yang memilih saya lebih banyak daripada jumlah kalian yang berdemo. Jadi dengan sistem pemilihan secara langsung namun dengan calon masih diusung oleh partai politik dengan kriteria yang kadang-kadang tidak jelas, tidak mengikutsertakan konstituen pemilih partai politik tersebut, nama timbul dari langit begitu saja, 	maka kemungkinan akan muncul pemimpin-pemimpin dengan arogan begitu besar, dan akhirnya yang dirugikan adalah masyarakat juga. Penulis berandai-andai kalau saja jumlah pemilih yang memutuskan untuk tidak memilih mencapai 30% saja maka siapapun pemimpinnya nanti tidak akan bisa arogan dan lebih berhati-hati karena dia tahu bahwa masih banyak penduduk yang tidak memilih.<br />
Memang keputusan untuk tidak memilih  banyak yang tidak setuju, karena mereka beranggapan bahwa bagaimanapun sebaiknya kita memilih setidaknya dengan mencari calon yang kemungkinan membawa mudhorat yang paling kecil. Tetapi bagaimana kita bisa menentukan pilihan kalau kita tidak begitu tahu siapa mereka. Inilah kelemahan Pemilu atau PilKaDa secara langsung yang paling penting karena keputusan untuk menentukan nasib bangsa atau suatu daerah diserahkan kepada orang banyak yang sebagian besar mungkin &gt; 80% tidak mengenal siapa sebenarnya yang dipilihnya, yang mereka tahu hanyalah wajah-wajah manis sang calon dengan janji-janji perbaikan yang menggiurkan ditambah kebaikan hati mereka yang selalu memberikan sedikit uang, kaos, kalender, dll, tanpa sebelumnya tahu siapa sesungguhnya  sang calon.  Pemilihan Khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib Radhiallahuanhum sendiri tidak diserahkan kepada orang banyak, tapi diserahkan kepada sahabat-sahabat terdekat Rasululluah SAW yang sudah teruji keimanannya dan paling mengetahui siapa diri mereka, dan terbukti pada masa beliau-beliaulah pemerintahan Islam terbukti kejayaannya menjadi pengayom bagi seluruh umat bukan hanya umat muslim saja. Jadi dengan situasi pemilihan seperti sekarang dengan situasi legislatif seperti sekarang, dengan situasi birokrat sseperti sekarang, dengan situasi elit partai politik seperti sekarang, bahkan juga dengan situasi KPU seperti sekarang maka lagi-lagi pertimbangan memilih untuk tidak memilih menjadi salah satu prioritas utama untuk saat ini dan menurut penulis pilihan yang paling dapat dipertanggungjawaban.<br />
Tentu seluruh uraian diatas hanyalah opini dari penulis saja tanpa bermaksud untuk mengajak apalagi memaksa orang lain untuk ikut-ikutan tidak memilih, memilih apapun pilihannya adalah hak masing-masing individu yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun apalagi hanya oleh tulisan ini. Undang-Undang tentang pemilu juga menyatakan bahwa mengajak orang untuk tidak memilih dapat dikenakan sanksi pidana. Jadi sekali lagi penulis tegaskan bahwa tulisan ini bukan untuk mengajak orang supaya tidak memilih. Tulisan ini dibuat sebagai bahan diskusi bagi mereka yang sudah memilih untuk tidak memilih. Penulis sekalipun sampai saat ini belum memastikan untuk menentukan pilihan karena menuju Pemilu masih menyisakan waktu yang cukup untuk kemungkinan memilih dan memilah . Siapa tahu ada pertimbangan baru yang bisa membuat semuanya berubah. Wallahu A’lam bissawab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dokterdia.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dokterdia.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dokterdia.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dokterdia.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dokterdia.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dokterdia.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dokterdia.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dokterdia.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dokterdia.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dokterdia.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dokterdia.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dokterdia.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dokterdia.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dokterdia.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=17&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dokterdia.wordpress.com/2009/07/13/memilih-untuk-tidak-memilih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfd036fc1a668580238c3c6f5acd2147?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dokterdia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rokok, Bahaya Besar Yang Terabaikan</title>
		<link>http://dokterdia.wordpress.com/2009/02/02/12/</link>
		<comments>http://dokterdia.wordpress.com/2009/02/02/12/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 13:25:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokterdia</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dokterdia.wordpress.com/2009/02/02/12/</guid>
		<description><![CDATA[ROKOK; BAHAYA BESAR YANG TERABAIKAN Oleh dr. Diauddin HB “ Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin” tertulis dengan cukup mencolok di bagian belakang bungkus rokok. Ancaman yang cukup mengerikan sebenarnya, siapa yang tak takut dengan kanker, serangan jantung apalagi impotensi. Tapi data yang ada menyatakan bahwa konsumsi rokok di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=12&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="IN">ROKOK; BAHAYA BESAR YANG TERABAIKAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Oleh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">dr. Diauddin HB</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>“ Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin” tertulis dengan cukup mencolok di bagian belakang bungkus rokok. Ancaman yang cukup mengerikan sebenarnya, siapa yang tak takut dengan kanker, serangan jantung apalagi impotensi. Tapi data yang ada menyatakan bahwa konsumsi rokok di Indonesia, terutama untuk perokok pemula, tumbuh paling pesat di dunia. 44% perokok usia 10-19 tahun dan 37% usia 20-29 tahun, jadi 81% perokok pemula dalam usia remaja dan produktif yang notabene merupakan harapan bangsa. Kenapa hal tersebut bisa terjadi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span id="more-12"></span><span> </span>Pemerintah memang setengah hati dalam melindungi masyarakat dari bahaya rokok, selain dengan mewajibkan produsen rokok untuk mencantumkan bahaya merokok di bungkus rokok dan kadar tar dan nikotin disamping bungkus rokok. Serta mengatur tata cara iklan rokok dimedia cetak maupun televisi yang juga sering dilanggar melalui PP no 38/2000, hampir tidak ada usaha lain lagi yang signifikan dalam usaha mengkampanyekan larangan merokok. Sehingga perokok tidak bisa disalahkan apabila mereke mengabaikan tulisan dibungkus rokok karena mereka memang tidak begitu memahami arti tulisan tersebut. Bahkan banyak yang mempertanyakan kebenaran peringatan tersebut karena selama ini mereka merasa baik-baik saja mengkonsumsi rokok.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Dampak Kesehatan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Merokok memang bukan seperti narkoba yang akibat buruknya bisa timbul dalam jangka waktu yang pendek. Akibat yang di timbulkan oleh rokok terakumulasi sedikit demi sedikit dan muncul setelah 10-20 tahun kemudian. Lebih dari 70 ribu artikel ilmiah membuktikan bahaya rokok tersebut. Dalam setiap kepulan asap rokok terkandung 4000 racun kimia berbahaya dan 43 diantaranya bersifat karsinogenik (merangsang tumbuhnya kanker). Bahan-bahan kimia tersebut antara lain <em>Hydrogen cyanida</em> (racun untuk hukuman mati), <em>acetone</em> (penghapus cat), <em>methanol</em> (bahan bakar roket), <em>Toluene </em>(pelarut industri), <em>Naphtelene </em>(kapur barus), <em>Arsenic</em> (racun semut putih), <em>Cadmium</em> (di pakai <em>accu</em> mobil), dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Data Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) 2002, sekitar 500 ribu orang Indonesia saat ini menderita berbagai penyakit akibat rokok. Angka kematian akibat mengkonsumsi rokok di Indonesia telah mencapai 57.000 jiwa/tahun, dan 4 juta/ tahun di seluruh dunia (kebanyakan dinegara berkembang).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Direktur riset kanker Oxford University Richard Peto menyatakan, separuh dari semua perokok akan mati karena rokok, separuhnya dari yang mati karena rokok itu akan meninggal pada usia muda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Lebih menakutkan lagi dampak kesehatan dari rokok bukan hanya untuk yang merokok saja tapi juga orang disekelilingnya (perokok pasif). Asap samping (<em>sidestream smoke</em>) yang dikeluarkan oleh perokok dua kali lebih banyak daripada asap utama yang dihisap oleh perokok dengan kadar racun berbahayanya juga tentunya lebih banyak. Jadi resiko bahaya yang diterima oleh perokok pasif sama besarnya dengan perokok aktif. Bagi anak-anak bahkan lebih berbahaya lagi, karena anatomi paru-paru anak yang masih lebih kecil dari dewasa, jadi paru-paru anak-anak lebih cepat dan rentan terpapar asap rokok. Anak-anak yang lahir tahun 1985 diperkirakan sepertiganya akan terkena kanker dan seperempatnya akan meninggal karena kanker. Sekarang<span> </span>bisa kita lihat buktinya, kita semua pasti memiliki keluarga atau teman yang mengidap kanker.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Jadi kalau bukan untuk anda berhentilah merokok untuk anak anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Dampak Ekonomi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"><span> </span></span></strong><span lang="IN">Penghasilan<span> </span>negara dari cukai rokok pada tahun 2004 mencapai 27 trilyun. Suatu jumlah yang sangat signifikan. Karena takut kehilangan 27 trilyun inilah pemerintah sampai sekarang tak pernah berani mengambil kebijakan yang konkrit dan komprehensif untuk penanggulangan bahaya rokok. Padahal menurut data di berbagai negara, biaya kesehatan yang di akibatkan oleh rokok sebesar 3 x lipat dari cukai yang didapatkan, sekitar 81 trilyun. Jadi sebenarnya 27 trilyun hanyalah sebuah ilusi belaka. Karena angka sebenarnya adalah minus 54 trilyun/tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Survey kesehatan rumah tangga 2002 menyebutkan, angka merokok aktif di Indonesia di Indonesia mencapai 75% atau 141 juta orang, dan ironisnya mayoritas sekitar 60%nya adalah orang berkategori miskin. Mereka mengalokasikan 9% total pendapatannya yang tak seberapa untuk membeli rokok. Sungguh ironis jika kita lihat data Susenas 2003 menyebutkan ada sekitar 1.544.227 balita yang menderita gizi buruk dan 3.572.882 balita yang menderita gizi kurang diseluruh Indonesia, ternyata uang yang bisa digunakan untuk membeli makanan sebagian digunakan untuk membeli rokok. Belum lagi kalau kita bicarakan tentang berapa anak yang tak sekolah, modal usaha dan lain-lain, sungguh betapa banyak kerugian yang ditimbulkan oleh rokok.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Ada cerita menarik tentang pemanfaatan uang rokok. Seorang konglomerat yang perokok mengangkat seorang anak yatim untuk di asuh. Ternyata setelah dihitung-hitung biaya merokok mengangkat beliau selama satu bulan lebih besar daripada biaya memelihara anak yatim. Sejak itu beliau berhenti merokok, dan apabila timbul keinginan untuk merokok beliau mengangkat satu orang anak yatim lagi. Tak terasa beliau sudah punya 8 orang anak yatim, sehingga dibuatkanlah panti asuhan. Sekarang anak asuh beliau sudah mencapai 50 orang lebih, semuanya mendapat pendidikan yang layak, bahkan ada yang sampai S3 (Doktor) di Amerika. Bayangkan semuanya hanya berasal<span> </span>dari uang rokok. Uang yang tadinya terbakar sia-sia ternyata bisa digunakan untuk membantu orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Berhentilah Merokok atau Merokoklah Beretika</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Sudah jelas bahwa merokok tidak hanya merugikan bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain, dari segi manapun baik ekonomi maupun kesehatan tak ada keuntungan yang bisa didapat. Dari sisi pandang agama, selama puluhan tahun hukum merokok terus mengambang, yang paling umum adalah makruh dan mubah. Terutama di Indonesia, karena yang membahas, para ulama kita mayoritas perokok juga. Ulama yang mengharamkan sekalipun jarang, tetap ada, antara lain : Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, ulama Mesir, Syria, Saudi, dr Yusuf Qardhawi dll. Dalilnya antara lain ; Bahayanya lebih banyak dari manfaatnya (QS 2 : 219)</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN"> </span><span lang="IN">“<em>Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: &#8220;Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, <strong>tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.</strong>”<strong> </strong></em>Merusak badan atau Kesehatan. Khamar karena “mencandu” (nikotin dalam rokok, no 2 setelah heroin dalam mengakibatkan kecanduan) dan segala yang merusak (badan, otak, kesehatan, dsb) (QS 2: 195) <em>“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan <strong>janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan</strong>.”</em>Termasuk pemborosan (mubazir) (QS 40:28, QS 6:141, QS 7 : 31)<em>”&#8230;..dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”</em><span> </span>, Termasuk dalam hadist <em>La Dhororo wala dhirara</em> : tidak boleh membinasakan diri dan orang lain. Jadi sekali lagi kuatkanlah niat untuk berhenti merokok sekarang juga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Kalaupun sulit untuk berhenti / masih dalam proses maka mencobalah untuk merokok lebih beretika. Jangan merokok di dalam rumah sebagai bukti sayang sama keluarga karena asap rokok berbahaya buat anak dan keluarga. Juga hindari merokok di keramaian karena membahayakan bagi orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Bagi yang tidak merokok, selamat !!, dan jangan pernah berpikir untuk mencoba-coba.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dokterdia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dokterdia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dokterdia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dokterdia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dokterdia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dokterdia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dokterdia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dokterdia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dokterdia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dokterdia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dokterdia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dokterdia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dokterdia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dokterdia.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=12&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dokterdia.wordpress.com/2009/02/02/12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfd036fc1a668580238c3c6f5acd2147?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dokterdia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arti Merdeka</title>
		<link>http://dokterdia.wordpress.com/2009/02/02/10/</link>
		<comments>http://dokterdia.wordpress.com/2009/02/02/10/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 13:22:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokterdia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta Tanah Air]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[pejuang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dokterdia.wordpress.com/2009/02/02/10/</guid>
		<description><![CDATA[Arti Merdeka Oleh dr. Diauddin Badruddin www.dokterdia.wordpress.com dokterdia@gmail.com Tak terasa sudah 60 tahun lebih Indonesia “Merdeka”. Sebuah kata sakral yang tidak semua bangsa bisa merasakannya. Sebuah kata yang untuk mendapatkannya membutuhkan perjuangan yang sangat berat, berkorban tenaga, harta bahkan jiwa. Banyak cerita dalam sejarah Bangsa Indonesia tentang pengorbanan para pejuang kita, yang mengorbankan segala yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=10&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> <strong><span lang="IN">Arti Merdeka</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">Oleh dr. Diauddin Badruddin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">www.dokterdia.wordpress.com </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">dokterdia@gmail.com</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="IN">Tak terasa sudah 60 tahun lebih<span> </span>Indonesia “Merdeka”. Sebuah kata sakral yang tidak semua bangsa bisa merasakannya. Sebuah kata yang untuk mendapatkannya membutuhkan perjuangan yang sangat berat, berkorban tenaga, harta bahkan jiwa. Banyak cerita dalam sejarah Bangsa Indonesia tentang pengorbanan para pejuang kita, yang mengorbankan segala yang dimilikinya untuk mencapai sebuah kemerdekaan. Teuku Umar dan Cut Nya’ Din di Aceh, Pangeran Dipenogoro, Pattimura dan tak lupa Pangeran Antasari di Kalimantan Selatan serta banyak nama pejuang kemerdekaan lainnya.</span></p>
<p><span id="more-10"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Pahlawan-pahlawan tersebut bisa berjuang menggapai kemerdekaan karena pada dasarnya mereka sudah merdeka secara hakiki jauh sebelum proklamasi di ucapkan. Mereka merdeka karena tubuh dan pikiran mereka bebas, tak mau dipengaruhi oleh kekuasaan (penjajah maupun pihak kerajaan antek penjajah pada waktu itu), tak terpengaruh tekanan materi, mereka rela melepaskan kenyamanan duniawi yang mereka punya sebagai seorang tokoh masyarakat dan memilih untuk berjuang bersama rakyat. Mereka tak terpengaruh tekanan psikologis diri, keperluan untuk hidup tenang bersama keluarga, namun memilih untuk bergerilya. Mereka hanya mengikuti kata hati dan tuntunan agama mereka bahwa mati lebih mulia dibandingkan hidup terhina menjadi budak penjajah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Merdeka tidak hanya bahwa negara kita tidak lagi dijajah. Merdeka bukan tubuh kita tak terpenjara, tetapi merdeka yang hakiki adalah apabila kita sebagai manusia bebas berkreasi, bebas mengeluarkan pendapat, bebas berbuat apapun sesuai hati nurani tanpa ada tekanan, tanpa ada ketakutan terhadap siapa atau apapun baik secara fisik maupun mental. Merdeka artinya tak ada yang mampu menghalangi dan ditakutinya kecuali Tuhan semata. Dalam Islam terkenal dengan keagungan ajaran Tauhid Lailahaillallah (Tiada Tuhan Selain Allah).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Merdeka secara hakiki inilah yang membuat tokoh-tokoh seperti Buya Hamka, Abu Bakar Ba’asyir, Nelson Mandela, Aung sun kie, dll, semakin bertambah wibawanya bahkan bisa menghasilkan karya-karya besar walaupun secara fisik mereka terpenjara. Merdeka secara hakiki ini pulalah yang membuat seorang Bilal sahabat Rasulullah tetap berkata Esa, Esa, Esa, walaupun secara fisik dia seorang budak dan ditekan dengan tekanan kekuasaan dan ancaman siksaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Sekali lagi, jelaslah sudah bahwa merdeka bukan hanya berarti negara kita sudah tidak di jajah lagi, atau tubuh bebas tak terkungkung didalam penjara. Karena para pahlawan dan tokoh-tokoh disebutkan diatas membuktikan, bahwa mereka lebih merdeka dibandingkan kebanyakan orang di zaman sekarang, walaupun mereka hidup di zaman penjajahan atau pernah hidup dalam kungkungan penjara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Pertanyaannya sekarang, sudahkah kita merdeka secara hakiki, sudahkah mayoritas bangsa kita merdeka dalam artian sesungguhnya ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Kita lihat sekarang, sadar atau tidak sadar kita bergerak dan bertindak dalam tekanan yang amat dahsyat, kita hidup di jaman yang sangat materialistis, kemerdekaan kita tergadai untuk mengejar harta, kekuasaan dan mengikuti arus yang dibentuk oleh kapitalis. Akibatnya kita sering berbuat sesuatu yang bertentangan dengan akal dan hati nurani kita. Kita terbawa untuk menjadi seorang koruptor, pemakan riba, penyuap, penjilat, pencuri, pelacur, dll, karena secara tidak sadar kita telah menjadi budak nafsu. Secara fisik kita memang telah merdeka, tapi secara hakiki kita masih terkekang oleh ketakutan kemiskinan, kehinaan, dan ketidakberdayaan dalam pandangan manusia, walaupun mungkin mulia dalam pandangan Tuhan, sehingga kita bisa menghalalkan segala cara untuk menghindari itu, sekalipun bertentangan dengan tuntunan Agama dan hati nurani. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Ketakutan-ketakutan yang berlebihan akan kemiskinan, kehinaan, dll ini tidak akan membuat orang mencapai kemuliaan, malah akan membuat orang semakin tenggelam dalam kehinaan. Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda; “Barang siapa yang mengejar dunia (harta, tahta dan wanita) maka dia akan diperbudak oleh dunia, sedangkan orang yang mengejar akhirat niscaya dunia dan seisinya akan berada dalam genggamannya” namun Rasulullah juga menekankan keseimbangan “<em>Kejarlah</em> dunia seakan-akan engkau akan hidup selamanya serta kejarlah akhirat seakan-akan engkau akan mati besok hari”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Jadi selama kita tidak bisa membebaskan pikiran dari belenggu-belenggu ketakutan akan kehinaan, kemiskinan, kesendirian yang tak berdasar, maka jangan harap kita akan menjadi orang yang merdeka dalam artian sesungguhnya. Mengikuti jejak para pahlawan-pahlawan kita yang terus dikenang sepanjang masa. Dan selama mayoritas bangsa kita terjajah akan ketakutan kehilangan harta, kehormatan, dan kekuasaan, serta kembali hanya kepada Allah. Jangan harap Indonesia akan menjadi negara yang besar, aman, nyaman dan sejahtera serta disegani dan ditakuti oleh seluruh bangsa di dunia. Wallahu A’lam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dokterdia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dokterdia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dokterdia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dokterdia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dokterdia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dokterdia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dokterdia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dokterdia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dokterdia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dokterdia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dokterdia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dokterdia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dokterdia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dokterdia.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=10&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dokterdia.wordpress.com/2009/02/02/10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfd036fc1a668580238c3c6f5acd2147?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dokterdia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komedi Negeri Salah Urus</title>
		<link>http://dokterdia.wordpress.com/2009/02/02/5/</link>
		<comments>http://dokterdia.wordpress.com/2009/02/02/5/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 03:15:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokterdia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta Tanah Air]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[patriotisme]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dokterdia.wordpress.com/2009/02/02/5/</guid>
		<description><![CDATA[KOMEDI NEGERI SALAH URUS Diauddin Badruddin dokterdia@gmail.com Dulu, ketika penulis masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan Madrasah Tsanawiyah di dada ini selalu terselip perasaan bangga terhadap Indonesia. Perasaan patriotisme rasanya selalu muncul ketika nama Indonesia disebut. Sebuah bangsa yang kata guru-guru waktu itu gemah ripah loh jinawi (walaupun penulis sampai sekarang tidak tahu artinya), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=5&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoTitle"><strong>KOMEDI NEGERI SALAH URUS</strong></p>
<p class="MsoTitle">Diauddin Badruddin</p>
<p class="MsoTitle"><a href="mailto:Fasy_a@yahoo.com">dokterdia@gmail.com</a></p>
<p class="MsoTitle">
<p class="MsoTitle" style="line-height:200%;">
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;"><span> </span><span style="font-weight:normal;">Dulu, ketika penulis masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan Madrasah Tsanawiyah </span><span> </span><span style="font-weight:normal;">di dada ini selalu terselip perasaan bangga terhadap Indonesia. Perasaan patriotisme rasanya selalu muncul ketika nama Indonesia disebut. Sebuah bangsa yang kata guru-guru waktu itu <em>gemah ripah loh jinawi</em> (walaupun penulis sampai sekarang tidak tahu artinya), bangsa yang ramah tamah, penuh toleransi terhadap sesama, suka bergotong royong saling membantu tanpa pamrih, bangsa yang dihormati oleh bangsa-bangsa lain didunia.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;"><span style="font-weight:normal;"><span id="more-5"></span><span> </span>Perasaan yang mulai menghilang ketika memasuki masa-masa SMA dan puncaknya kemudian pada masa kuliah berubah menjadi<span> </span>perasaan kecewa, marah, kesal dan perasaan negatif lainnya. Bangsa yang dibangga-banggakan sejak kecil ternyata begitu rapuhnya, begitu miskinnya, sehingga tidak bisa menyejahterakan sebagian besar rakyatnya hanya karena salah urus !!!. Rasa bangga terhadap masyarakatnya pun mulai luntur, masyarakat yang dikatakan ramah dan penuh toleransi dengan semboyan bhineka tunggal ikanya ternyata punya sifat pendendam, ingin menang sendiri. Konflik horizontal maupun vertikal, memakan korban ribuan nyawa. Wanita dan anak-anak ikut menjadi korban kekejaman. Ambon, Poso, Sampit, Aceh, Papua dan tempat-tempat lainnya yang berskala lebih kecil namun tak kalah mengenaskannya seakan menjadi saksi bagaimana lunturnya keberadaban bangsa ini. Hanya gara-gara masalah tapal batas wilayah pemekaran saja semuanya bisa saling bunuh. Bangsa yang suka main hakim sendiri, tak segan-segan membunuh bahkan dengan cara sadis membakar orang yang dianggap bersalah, tak peduli sekecil apapun atau alasan dibalik kesalahan orang tersebut. Disisi lain para koruptor, pejabat negara yang notabene lebih menyengsarakan rakyat daripada maling kelas teri sering dipandang dan diperlakukan dengan hormat oleh masyarakat hanya karena ia kaya dan punya kuasa. Sungguh !!! ironi materialistis.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-weight:normal;"><span> </span>Mungkin bagi sebagian orang ini hanya sebagian kecil masyarakat kita, tapi bagi penulis waktu itu cukuplah untuk menghilangkan kebanggaan penulis terhadap bangsa ini. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-weight:normal;">Namun sekarang penulis sudah bisa mulai bisa manikmati kondisi bangsa kita, dagelan yang disajikan begitu lucunya, sehingga rasanya tidak mungkin tak tertawa minimal tersenyum melihat kondisi bangsa. Bagaimana tidak lucu, negeri yang katanya kaya minyak bahkan termasuk salah satu anggota negara-negara penghasil minyak dunia yang konon cukup disegani, tapi ketika harga minyak naik bukannya bergembira malah kelimpungan sampai-sampai harus mencabut subsidi sehingga menyengsarakan rakyat yang sudah begitu sengsaranya, sekali lagi hanya gara-gara salah urus !!!.<span> </span>Minyakpun bisa diselundupkan keluar negeri secara “resmi” oleh petugas “resmi” pertamina lewat pipa “resmi” pertamina selama bertahun-tahun, dan sangat lucunya lagi tidak ada yang tahu, baik itu satpol airud, TNI, maupun satpam atau pegawai pertamina lainnya (baca; atasan). Takjub sakali lagi sungguh menakjubkan. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-weight:normal;">Dagelan lucu yang lain lagi, bangsa Indonesia yang katanya bangsa beragama tapi ternyata mantan menteri Agamanya ditahan dan menjadi tersangka kasus korupsi Dana Abadi Umat yang nota bene amanah umat untuk keperluan suci. Sekali lagi aneh bin ajaib negara beragama ternyata punya menteri Agama sekali lagi Menteri Agama !!!! terindikasi korupsi. Belum lagi kalau kita bicara lembaga-lembaga yang mengurusi<span> </span>hukum dan peradilan tambah lucu lagi. Lembaga Mahkamah Agung pilar utama dan mungkin satu-satunya harapan penegakan keadilan di Indonesia ternyata disinyalir dan bahkan sudah diakui oleh para hakim yang katanya agung disana penuh dengan para calo peradilan. Menyedihkan sekaligus menggelikan. Kepolisian pun sama dari para bawahan sampai atasan, punya track record yang sama tidak baiknya. Belakangan ini bahkan beberpa perwira dan ada mantan kapolri yang diduga menerima suap dalam jumlah besar, kalau jumlah kecil penulis tak berani membayangkan. Kalau ini betul, sekali lagi lucu kalau kapolrinya saja sudah begitu, kepada siapa dan kemana lagi minta perlindungan dan pengayoman. Penulis bahkan punya semboyan di negara kita ini yang baik tinggal oknum saja lagi. Kalau tidak setuju ayo buktikan sebaliknya !!!.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-weight:normal;">Satu lagi berita miris yang menyatakan bahwa Indonesia kembali terpilih sebagai salah satu negara terkorup di dunia. Dan lucu sekali lagi lucu koruptornya hampir tidak ada. Mana ada predikat tanpa subjek dan objek. Kalaupun ada tersangka, sebagian bebas, dihukum ringan atau tidak bisa ditindak lanjuti karena sakit, sebagian lagi melarikan diri ke luar negeri melewati polisi, jaksa, petugas imigrasi dan bahkan Interpolpun tidak bisa menangakap, malah mereka dengan mudahnya berwawancara ria di stasiun televisi nasional. Coba bagaimana tidak lucu.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-weight:normal;">Narkoba menjadi momok paling menakutkan bagi masa depan bangsa Indonesia. Saat ini narkoba menjadi barang yang sangat mudah didapat, dari kota sampai dipelosok desa, dari orang berduit sampai orang tak punya, dari kakek nenek sampai anak sekolah dasar, dari masyarakat biasa sampai anggota polisi maupun pejabat. Tapi ironis dan lagi-lagi lucu, polisi seakan-akan kesusahan untuk bisa menangkap dan membongkar jaringan narkoba. Sungguh tak masuk di logika penulis, barang banyak mudah didapat masa yang jual tidak terlihat.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-weight:normal;">Kalau mau dirinci masih banyak lagi cerita lucu tentang komedi sebuah negeri salah urus ini. Namun tidak ada maksud mencela apalagi menghina negeri kita tercinta ini tulisan ini dibuat. Tulisan ini lebih merupakan unek-unek di hati yang akan terus mengganggu apabila tidak diungkapkan. Tulisan ini juga merupakan tanda bahwa masih ada rasa cinta yang tersisa terhadap bangsa.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-weight:normal;">Sejak mahasiswa penulis punya semboyan, “bukan hanya dengan kata-kata tapi juga harus dengan aksi nyata untuk bisa ikut mengangkat beban bangsa”. Sayangnya negeri kita dipenuhi oleh orang-orang yang hanya bisa berkata-kata-kata (NATO : <em>No Action Talk Only</em>) yang malah sering memperkeruh keadaan, mudah-mudahan kita terutama penulis bukan termasuk golongan tersebut, minimal kita bisa berbuat kebaikan dan mencegah terjadinya kemungkaran dilingkungan keluarga, tempat kerja dan lebih luas lagi dimasyarakat sekitar tempat kita berada.<span> </span></span></p>
<p class="MsoTitle" style="line-height:200%;"><span style="font-weight:normal;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dokterdia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dokterdia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dokterdia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dokterdia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dokterdia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dokterdia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dokterdia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dokterdia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dokterdia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dokterdia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dokterdia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dokterdia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dokterdia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dokterdia.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=5&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dokterdia.wordpress.com/2009/02/02/5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfd036fc1a668580238c3c6f5acd2147?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dokterdia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menopause Pada Laki-laki</title>
		<link>http://dokterdia.wordpress.com/2009/01/03/3/</link>
		<comments>http://dokterdia.wordpress.com/2009/01/03/3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 10:06:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokterdia</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[hormon]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan]]></category>
		<category><![CDATA[menopause]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dokterdia.wordpress.com/2009/01/03/3/</guid>
		<description><![CDATA[MENOPAUSE PADA LAKI-LAKI (Andropause) Oleh : dr. Diauddin H.B Fasy_a@yahoo.com Istilah menopause sangat identik dengan wanita setengah baya, hampir semua orang tahu tentang menopause, tapi tidak banyak yang tahu bahwa menopause ternyata juga bisa terjadi pada laki-laki. Menopause pada laki-laki atau yang dinamakan dengan andropause adalah suatu istilah yang paling sering dipakai untuk menggambarkan kondisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=3&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dokterdia.wordpress.com/2009/01/03/" target="_self">MENOPAUSE PADA LAKI-LAKI</a><br />
(Andropause)<br />
Oleh : dr. Diauddin H.B<br />
Fasy_a@yahoo.com</p>
<p>Istilah menopause sangat identik dengan wanita setengah baya, hampir semua orang tahu tentang menopause, tapi tidak banyak yang tahu bahwa menopause ternyata juga bisa terjadi pada laki-laki.<br />
Menopause pada laki-laki atau yang dinamakan dengan andropause adalah suatu istilah yang paling sering dipakai untuk menggambarkan kondisi pria diatas umur pertengahan atau tengah baya yang mempunyai kumpulan gejala, tanda dan keluhan mirip dengan menopause pada wanita. Adanya kondisi biologik dan biokhemis tertentu setelah usia tengah baya yang mendasari timbulnya perubahan fisik, psikologik dan emosi. Kondisi ini secara alami pasti terjadi dan seringkali mengakibatkan perasaan tidak bahagia.</p>
<p><span id="more-3"></span><br />
Semua pria yang mampu mencapai usia tua pasti akan mengalami penurunan bioaktif hormon testosteron. Tetapi tidak semua orang akan mengalami penurunan sampai di bawah garis “fisiologis”. Yang paling umum adalah penurunan hormon testosteron tetapi masih dalam batas normal. Batasan normal yang fisiologis ini sangat lebar, sehingga penurunannya secara fisiologis masih tidak mengganggu “kesehatan”. Dengan demikian tidak semua pria merasakan akibat perubahan-perubahan yang tampak setelah setengah baya.<br />
Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dunia dan meningkatnya angka harapan hidup dengan status sosial yang cukup, jelas terlihat bahwa masalah pria usia lanjut akan meningkat sehingga diperlukan kesadaran dan pengetahuan tentang manifestasi klinik, pemeriksaan yang diperlukan dan terapi yang sesuai untuk andropause.<br />
Kapan andropause dimulai, akan ada perbedaan antara individu yang satu dengan yang lainnya, antara suku atau ras yang satu dengan yang lainnya atau antara golongan sosial ekonomi yang satu dengan yang lainnya. Bahkan antara jenis pekerjaan (tergantung kesehatan lingkungan kerja).<br />
Pria yang memasuki masa andropause, yang dianggap mengalami problema serius serta benar-benar dianggap “sakit” hanya sekitar 15 %. Sekitar 50 % hanya mengalami keluhan yang dirasakan “tidak normal” atau merasakan adanya kemunduran. Sisanya, 35%, hanya mengalami “masa-masa buruk dalam beberapa minggu atau bulan saja.<br />
Yang menarik adalah bahwa secara medis kecemasan atau keluhan atas kesehatannya jauh lebih menonjol daripada penyakitnya sendiri. Fenomena ini sering disimpulkan sebagai kekurang siapan mental psikologik setelah terjadi penurunan hormon testoteron.<br />
Pengetahuan kedokteran mengenai andropause masih sangat minim dan penelitian yang mengkhususkan pada masalah andropause juga masih sangat sedikit. Oleh karena itu belumlah mungkin mengidentifikasi penyebab andropause secara akurat dan ilmiah murni.   Meskipun demikian dapat diperkirakan beberapa penyebab penting antara lain :<br />
a.	   Faktor Lingkungan<br />
Dapat mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung sebagai penyebab yang bersifat organik maupun psikogenik. Bisa bersifat pencemaran lingkungan yang fisik maupun psikis. Faktor lingkungan yang bersifat Fisik misalnya : pemakaian bahan kimia yang bersifat estrogenik, biasa dipakai dalam bidang pertanian, pabrik dan rumah tangga. Yang bersifat psikis antara lain suasana lingkungan, kebisingan dan perasaan aman. Kedua faktor lingkungan diatas dapat menimbulkan stress fisik dan psikis yang dapat menimbulkan perubahan tekanan darah dan jantung serta organ tubuh lainnya.<br />
b.	   Faktor Organik (Perubahan hormonal)<br />
Terjadinya perubahan hormonal, yaitu penurunan kadar hormon testosteron dan lain-lainnya. Dengan terjadinya penurunan kadar testosteron maka semua metabolisme yang berkaitan dengan testosteron akan terpengaruh antara lain otot, tulang, susunan saraf pusat, prostat, sumsum tulang dan fungsi seksual.<br />
Perubahan-perubahan ini dapat diperlambat dengan berbagai cara seperti mengatur pola hidup dan pola diet. Yang perlu diingat dan diperhatikan adalah menghindari pemakaian jamu-jamu kuat, obat-obatan perangsang, hormon yang banyak diiklankan. Karena pemakaian produk ini pada gilirannya justru akan memberikan efek umpan balik pada otak sehingga produksi hormon endogen akan makin cepat berkurang atau bahkan berhenti.<br />
c.	   Faktor Psikogenik<br />
Faktor psikogenik yang sering dianggap dapat menstimulasi timbulnya keluhan andropause antara lain adalah:<br />
1.	Tujuan hidup yang tidak realistik atau terlalu tinggi untuk dicapai<br />
2.	Pensiun (sering disebut sebagai post power syndrome)<br />
3.	Penolakan terhadap kemunduran<br />
4.	Stress tubuh<br />
Mekanisme yang pasti dari berbagai gangguan psikologik dalam terjadinya berbagai keluhan pria andropause ini tidaklah begitu jelas. Tingkah laku dan kebiasaan yang dapat menurunkan kadar hormon testosteron dalam darah misalnya adalah : peminum alkohol, stress, olahraga fisik yang terlalu berat atau stress fisik lain yang menimbulkan kelelahan yang berlebihan, pemakaian obat-obatan (androgen yang bukan testosteron, Glukokortikoid, Danazol dan lain-lain)<br />
Hubungan andropause dengan budaya atau kultur juga patut disimak. Banyak pakar berpendapat bahwa andropause adalah produk dari suatu budaya atau kultur. Semakin budaya itu “beradab”, maka seorang pria akan semakin dituntut untuk menentukan dan menemukan jati dirinya. Makin jauh perbedaan antara harapan dan kenyataan, maka makin besar pula kemungkinan akan timbulnya stress psikogenik.<br />
Kesadaran dan bagaimana penerimaan kondisi kehilangan “kemudaannya” sangat mempengaruhi tingkah laku pria yang usianya telah melebihi tengah baya. Ada beberapa tingkah laku yang khas pada pria yang mulai mengalami andropause dapat dibagi sebagai berikut  :<br />
a.	Berusaha berpenampilan muda (puber ke dua)<br />
b.	Takut akan kesehatannya<br />
c.	Pencegahan atau pengobatan berlebihan<br />
d.	Petualangan seksual<br />
Keluhan-keluhan yang sering dialami oleh pria andropause antara lain adalah:<br />
1.	Dysphoria<br />
Keluhan ini dapat dilukiskan sebagai kegelisahan, nyeri batin yang berat atau kesedihan. Secara medis dapat didefinisikan sebagai tidak tenang, gaduh gelisah, tidur gelisah dan tidak enak badan (malaise). Keluhan ini dapat dijelaskan sebagai “pria yang tidak bahagia”.<br />
Beberapa ahli juga menggunakan istilah depresi yang termasuk didalamnya keadaan; lesu, menyendiri, gangguan tidur dan pola makan, putus asa serta berkurangnya ketajaman mental.<br />
2.	Anxietas (kecemasan)<br />
Perasaan tidak pasti, bingung mengenai prioritas pekerjaan ataupun keputusan.        Anxietas sering kali merupakan reaksi emosional terhadap perasaan salah atau tidak akan dapat mencapai tujuan. Pria ini kadang mudah tersinggung, kadang aneh (crancky), suka berselisih atau mudah naik darah. Suasana hati yang sering berubah-ubah ini merupakan tanda adanya andropause.<br />
Keluhan ke dokter biasanya adalah kegelisahan dan gugup yang tidak diketahui sebabnya. Keluhan ini juga menghasilkan berbagai gangguan psikosomatis seperti :<br />
a.	Nyeri kepala<br />
b.	Gangguan pencernaan<br />
c.	Irritable bladder (gangguan pada kandung kemih)<br />
3.	Ketakutan<br />
Rasa takut yang tidak diketahui sebabnya. Ketakutan yang menjadi kekhawatiran yang berlebihan. Biasanya pria andropause mencemaskan takut sakit, takut mati, takut status sosialnya hilang, kehilangan respek, takut kehilangan kontrol kehidupan dirinya sendiri.<br />
4.	Perasaan ketidakmampuan<br />
Biasanya perasaan ketidakmampuan ini disublimasikan dengan cara menunjukkan simbol kekuatan, sukses finansial, seksualitas dan superioritas.<br />
Keluhan biasanya ketidakmampuan masalah seksual seperti :<br />
a.	Kurang tertarik pada objek seksual<br />
b.	Kurang responsif pada stimulasi seksual<br />
c.	Kurang berminat terhadap percakapan seksual<br />
d.	Ereksi kurang keras<br />
e.	Pancaran ejakulasi lemah<br />
f.	Frekuensi hubungan seksual menurun dan sebagainya.<br />
Perlu diingat bahwa tidak selalu semua gejala ditemui sekaligus dan gejala yang ditemukan beragam dalam keparahannya.<br />
Tujuan pengobatan andropause adalah menghilangkan semaksimal mungkin keluhan yang diderita seperti berkurangnya libido, turunnya kemampuan ereksi. Selain itu pemberian androgen mencegah dan memperbaiki osteoporosis yang ada, menambah kekuatan otot serta mengembalikan kadar GH (Growth Hormon/Hormon pertumbuhan) pada tingkat normal. Pemberian vitamin, suplemen tinggi protein tinggi kalsium, kontrol diet juga sangat berguna.<br />
Sangat penting juga untuk memperhatikan kondisi psikologis penderita dan direkomendasikan untuk konsultasi ke ahli jiwa atau psikolog.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dokterdia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dokterdia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dokterdia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dokterdia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dokterdia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dokterdia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dokterdia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dokterdia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dokterdia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dokterdia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dokterdia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dokterdia.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dokterdia.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dokterdia.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterdia.wordpress.com&amp;blog=6035442&amp;post=3&amp;subd=dokterdia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dokterdia.wordpress.com/2009/01/03/3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cfd036fc1a668580238c3c6f5acd2147?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dokterdia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
