Dokterdia’s Blog

Just another WordPress.com weblog

BENCANA KELAPARAN MENGANCAM KITA

“ Mengapa di tanahku terjadi bencana, mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita. Yang salalu salah dan bangga dengan dosa-dosa…..”
Syair Ebiet G. Ade ini sengaja penulis jadikan sebagai pembuka tulisan ini karena mungkin sangat pas untuk menggambarkan kondisi bangsa kita yang tak urung ditimpa bencana.


Negara kita sejak tahun 1998 dilanda berbagai macam krisis yang menghantarkan bangsa kita ke keterpurukan. Diawali dengan krisis moneter yang mengakibatkan inflasi semakin tinggi harga kebutuhan pokok melambung tak terjangkau, membuat bangsa kita menuju kebangkrutan. PHK tak terhindarkan, gejolak sosial semakin tajam, konflik horisontal dan vertikal meledak menimbulkan korban jiwa dan arus pengungsian dengan jumlah jutaan orang yang hingga kini masih dalam kondisi yang memprihatinkan.
Pengrusakan Sumber Daya Alam (hutan, gunung, laut, dll) yang mungkin tak pernah terbayangkan oleh para pendiri negara kita, tanpa ada tindakan yang berarti dari pemerintah, ditambah dengan pemanasan global yang juga diakibatkan oleh ulah manusia mengakibatkan alam semakin tidak bersahabat (atau kita yang tidak bersahabat dengan alam ??!!). Musim kemarau kekeringan, musim hujan kebanjiran, berakibat kepada gagal panen yang akhirnya gagal pangan.
Ditambah lagi dengan ulah-ulah pengelola negara kita, bank berjatuhan, bangkrut, kredit macet, BLBI dikeluarkan, akhirnya uangnya hilang tanpa makna, tak tahu kemana. Korupsi no I di Asia, tanpa tahu siapa yang mengkorupsi.
Allah pun memberikan peringatan, bencana tsunami, gempa bumi, mengakibatkan korban jiwa yang mungkin terbesar dalam sejarah peradaban dunia yang diakibatkan oleh bencana alam. Dan Allah memilih menurunkannya di Indonesia. Cukupkah sudah penderitaan Negeri ini ??.
Di berbagai media cetak maupun televisi akhir-akhir ini diberitakan tentang satu lagi bencana yang sedang menimpa anak bangsa kita, wabah busung lapar sedang menimpa bangsa kita.
Busung lapar adalah suatu keadaan yang disebabkan seseorang (biasanya anak-anak dan bayi) menderita gizi buruk. Jadi biasanya banyak menimpa negara-negara miskin dengan sumber daya alam sangat terbatas seperti Ethiopia dan Somalia. Gambaran anak-anak yang kurus kering, muka keriput tampak seperti orang tua, perut yang membuncit dengan kulit di kaki dan tangan yang kendor bergelantung seperti kain. Ditambah dengan kondisi yang sakit-sakitan seperti diare, pneumonia dan lain-lain karena lemahnya daya tahan tubuh sehingga mereka rentan sekali terhadap kematian. Pernahkah pembaca bayangkan potret anak-anak tersebut yang dulunya hanya kita lihat di televisi yang terjadi di negara lain sudah terjadi di negeri kita mengenai anak bangsa kita ??.
Di dunia medis busung lapar dikenal dengan nama Kurang Energi Protein (KEP) yang dibagi tiga macam tipe yaitu Marasmus, kwashiorkor dan Marasmic Kwashiorkor.
Gizi buruk sendiri bisa timbul karena berbagai sebab yang saling mempengaruhi, antara lain akibat kemiskinan, rendahnya pendidikan orang tua, faktor kesehatan, sanitasi lingkungan, dll.
Jadi busung lapar terjadi setelah melalui proses berbulan-bulan tidak timbul seketika dimulai dari kurangnya asupan gizi secara terus menerus ditambah dengan adanya penyakit penyerta. Hal yang amat disayangkan proses ini tidak terpantau oleh pemerintah setempat ataukah sudah terpantau tapi tak berdaya atau tak perduli.
Penulis sekarang bertugas sebagai dokter Puskesmas disalah satu wilayah yang termasuk terpencil. Daerah yang nyaman, tentram jauh dari daerah bencana dan konflik. Tapi imbas keterpurukan bangsa juga berpengaruh disini, mayoritas penduduknya hidup dalam kemiskinan. Kemiskinan memang penyebab utama terjadinya busung lapar. Harga bahan-bahan kebutuhan pokok sehari-hari yang semakin tinggi apalagi ditambah dengan harga BBM yang meningkat semakin menyebabkan para orang tua tidak mampu untuk memberi makan anaknya dengan gizi yang cukup.
Di tempat penulis bertugas, sebelum wabah busung lapar dihebohkan di media massa, penulis sudah menemukan beberapa kasus gizi buruk (busung lapar), bahkan lebih banyak lagi anak-anak dan bayi penderita gizi kurang yang bila dibiarkan cepat atau lambat akan mengarah ke gizi buruk juga. Akankah kita biarkan itu terjadi ??
Dibandingkan bencana serupa yang terjadi di Ethiopia atau Somalia misalnya bencana kelaparan di Indonesia merupakan sebuah ironi, kenapa ??? disana bencana kelaparan terjadi diakibatkan kondisi alam yang tidak mendukung, kekeringan terjadi sepanjang tahun. Di Indonesia Alam kita terkenal sebagai jamrud Khatulistiwa, hijau, subur, walaupun sudah jauh berkurang karena dirusak, tetapi potensinya masih sangat besar. Disana kemiskinan merata hampir diseluruh pelosok negeri, sedangkan di Indonesia contoh ditempat saya bertugas, hanya dengan perjalanan ± ½ jam kita akan melihat kota Banjarmasin yang dipenuhi dengan mobil-mobil mewah semua merk sudah ada disana bahkan katanya kalau masalah mobil mewah Surabaya pun kalah. Lebih ironi lagi kalau kita bicarakan pemukiman kumuh di dalam kota Banjarmasinnya sendiri yang dikelilingi oleh gedung-gedung bertingkat, hotel dan ruko-ruko yang terus bermunculan.
Sekali lagi, kemiskinan memang penyebab utama terjadinya busung lapar. Jadi busung lapar yang mulai mewabah menunjukkan bahwa rakyat kita sudah begitu menderitanya sampai untuk memenuhi kebutuhannya yang paling mendasarpun yaitu kebutuhan perutnya sudah tidak mampu.
Kita tidak mungkin hanya berharap terhadap pemerintah saja, subsidi PKPS BBM (Program Kompensasi Pengurangan Subsidi- Bahan Bakar Minyak), yang berupa Beras miskin, Asuransi Kesehatan, program padat karya, dll, hanya mampu membantu sesaat, tapi tidak bisa mengangkat mereka dari jurang kemiskinan, relatif tidak berubah.
Terakhir, penulis mengajak semua pihak yang peduli untuk bergabung bersama membantu sesama, dengan harta, tenaga dan pikiran. Sekarang bangsa kita membutuhkan relawan-relawan yang siap berkorban tanpa pamrih.

About these ads

Juli 13, 2009 - Posted by | Cinta Tanah Air | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.385 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: